| dc.description.abstract | Daya dukung habitat gajah berkurang karena konversi lahan sehingga
membuat gajah mencari pakan di luar habitatnya dan masuk ke ladang masyarakat
yang menimbulkan konflik antara gajah dengan manusia. Pedoman teknik
penanggulangan konflik manusia dengan satwa liar telah disusun dalam
Permenhut nomor 48 tahun 2008, namun keefektifan setiap metode belum dapat
terukur, sehingga diperlukan penelitian terkait keefektifan metode tersebut.
Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Juni 2015 di wilayah Seksi Pengelolaan
Taman Nasional II Bungur Taman Nasional Way Kambas menggunakan metode
wawancara, studi pustaka, dan observasi lapangan. Konflik antara gajah dengan
manusia yang terjadi disebabkan oleh faktor alam dan faktor ulah manusia yang
menyebabkan kerusakan tanaman, tempat tinggal, dan penurunan populasi bagi
gajah. Metode penanggulangan konflik harus dilakukan secara dinamis dan
melibatkan partisipasi masyarakat setempat. Metode yang dinilai efektif untuk
dilakukan yaitu pembuatan kanal, pengoperasian tim patroli gajah, dan
pendampingan masyarakat. Partisipasi masyarakat meningkat dengan melibatkan
secara langsung dalam penghalauan gajah liar | id |