Eksplorasi Mikroba Pengguna Metanol dari Tanah dan Limbah Buah-Buahan, sebagai Sumber Protein Sel Tunggal
View/ Open
Date
2005Author
Sidiqi, M. Iqbal
Widyastuti, Rahayu
Hazra, Fahrizal
Metadata
Show full item recordAbstract
Potensi kekayaan alam Indonesia perlu dieksplorasi dari berbagai surnber.
Eksplorasi dapat dilakukan tidak hanya dari sumber-sumber tambang saja, tapi
juga dari sumber-sumber hayati, seperti mikroba, sepanjang hal itu dilakukan
sesuai dengan prosedur yang tepat. Salah satu contoh sumber hayati adalah
mikroba yang marnpu menggunakan metanol (C1·h0H) sebagai sumber karbon
satu-satunya.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan eksplorasi dan koleksi mikroba yang dapat menggunakan metanol sebagai sumber karbon satu-satunya yang diambiJ dari lahan Indonesia Selanjutnya kandungan protein dari mikrobamikroba tersebut dianalisis untuk evaluasi potensinya sebagai sumber Protein Sel Tunggal (PST).
Penelitian dilakukan pada bulan Januari-September 2004 di Laboratoriwn Biologi Tanah, Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah, Departemen Tanah, Fakultas Pertanian, serta Laboratorium Mikrobiologi dan Bioteknologi Lingkungan, PPLH IPB.
Dari eksplorasi tanah dan limbah buah-buahan diperoleh sebanyak 10 isolat bakteri pengguna rnetanol. Kesepuluh isolat bakteri tersebut yaitu Arthrohacter globiformis, Aycobacterium simiae, Enterobacter liquefaciens, 'Aeromonas salmonicida, Methylococcus capsulatus, Microbacterium, laevaniformans, Acetobacter methanolicus, Bacillus pumi!us, Methylobacillus glycogenes, dan Amphibacllus xylanus.
Dari 10 isolat tersebut, ditemukan 3 jenis isolat yang yang dapat dikelompokkan ke dalam grup metilotrofik (kelompok mikroba yang hanya tumbuh pada substrat C1 seperti metanol), yaitu : Methylococcus capsulatus, Acetobacter methyanolicus, dan Methylohacillus glycogenes. Isolat-isolat yang memiliki kandungan protein cukup tinggi dan berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber PST adalah Mycobacterium simiae, Microbacterium laevanfformans, dan Acetobacter methanolicus. Isolat-isolat ini nantinya bisa dimanfaatkan dalam produksi PST, terutama untuk pakan ternak, dengan syarat
bahwa isolat-isolat tersebut tidak bersifat patogen bagi manusia dan hewan.
