| dc.description.abstract | Proporsi air yang masuk ke dalam profil tanah ditentukan oleh besar kecilnya kapasitas hantaran hidrolik. Apabila hantaran hidrolik profil tanah kecil, maka sebagian besar hujan yang jatuh akan langsung mengalir ke sungai atau anak sungai dan jika hantaran hidrolik besar, air hujan yang jatuh ke permukaan tidak langsung mengalir ke sungai atau anak sungai, tetapi terlebih dahulu masuk ke dalam tanah.
Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan pola kadar air profil tanah sebagai cerminan hantaran hidrolik pada dua jenis penggunaan lahan (hutan dan agroforestry) yang diukur dengan soil moisture meter pada berbagai karakteristik hujan (intensitas dan durasi).
Metode yang digunakan adalah dengan memasang sensor soil moisture meter yang dibenamkan pada tiga kedalaman yaitu 20 cm, 40 cm dan 60 cm pada masing-masing jenis penggunaan lahan (hutan dan agroforestry). Alat penakar hujan otornatis (Data Longging Rain Gauges) diletakkan dekat lokasi penelitian. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Februari sampai April 2004.
Alat soil moisture meter mengukur kadar air berdasarkan tahanan listrik (ohm). Nilai tahanan listrik berbanding terbalik dengan kadar air yang berarti jika nilai tahanan listrik tinggi i;naka kadar air rendah dan sebaliknya. Hasil penelitian menunjukkan pada kedalaman 20 cm nilai tahanan listrik pada lahan hutan 1,2 ohm dan lahan agroforestry 3, 1 ohm dan kedalaman 40 cm nilai tahanan listrik lahan hutan 2,5 ohm dan lahan agroforestry 2,9 ohm. Hal ini menunjukkan bahwa kadar air lahan hutan lebih tinggi dibandingkan lahan agroforestry, maka kapasitas hantaran hidrolik pada lahan hutan lebih besar dibandingkan lahan agroforestry. Pada kedalaman 60 cm nilai tahanan listrik lahan hutan 2,6 ohm dan lahan agroforestry 2, 7 ohm, maka kadar air lahan hutan dan lahan agroforestry….dst | id |