Show simple item record

dc.contributor.advisorWistara, I Nyoman Jaya
dc.contributor.authorSujatno, Retno Dewi Handayani
dc.date.accessioned2023-11-08T07:45:49Z
dc.date.available2023-11-08T07:45:49Z
dc.date.issued2000
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/131165
dc.description.abstractTingginya kapasitas industri pulp dan kertas di Indonesia dan terlambatnya pembangunan HTI pulp menyebabkan terjadinya kesulitan mencari bahan baku serat. Dengan demikian, pencarian sumber serat cepat tumbuh sangat mendesak untuk dilakukan (Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia, 1997). Salah satu sumber serat potensial yang memberikan harapan untuk membantu mengatasi kesulitan bahan baku serat adalah dengan memanfaatkan limbah pertanian berlignoselulosa. Limbah pertanian yang sampai saat ini belum dimanfaatkan untuk pembuatan pulp dan kertas ialah batang singkong atau ubi kayu. Ubi kayu (Manihot sp.) termasuk keluarga Euphorbiaceae telah dibudidayakan sejak 7.000 tahun yang lalu. Adapun produksi di Indonesia pada musim tanam tahun 1999/2000 menghasilkan ubi kayu sebanyak 15.741,133 ton (Badan Pusat Statistik, 1999). Ubi kayu mempunyai masa depan yang baik untuk bahan pangan, pakan ternak, ekspor, dan bahan baku industri (Mimbar, 1994). Oleh karena itu perlu dicoba untuk memanfaatkan limbah singkong atau ubi kayu untuk bahan baku pulp dan kertas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat serat dan mutu pulp kraft batang singkong, serta untuk mengetahui tingkat sulfiditas terbaik dalam pemasakannya. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi: persiapan bahan baku, pemasakan, pencucian, penyaringan, penentuan rendemen tersaring. bilangan kappa (TAPPI T 236 cm-85), coarseness (TAPPI T 234 cm 84), viscositas (TAPPI T 230 om- 94), penggilingan, pembuatan - lembaran, pengkondisian, dan pengujian sifat fisik pulp antara lain sifat optik (TAPPI T 525 om-92) dan sifat kekuatan (TAPPI T 220 sp-96). Pembuatan pulp dilakukan dengan proses sulfat mengikuti kondisi pemasakan sebagai berikut: alkali aktif 17%, sulfiditas 20% dan 25%, perbandingan larutan dengan serpih 4: 1 dengan waktu pemasakan sekitar 3.5 jam, dimana 1.5 jam digunakan untuk mencapai suhu maksimal 170°C dan 2 jam dibiarkan pada suhu maksimum. Sifat kekuatan kertas yang diuji meliputi: indeks sobek, indeks retak, indeks tarik, dan ketahanan lipat sedangkan sifat optik yang diuji adalah derajat putih. Rancangan yang dipakai adalah rancangan faktorial acak lengkap 3x2 dan uji lanjut yang digunakan adalah Uji Wilayah Berganda Duncan.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcForestry productsid
dc.titleSifat pulp kraft batang singkong (Manihot sp.)id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordPulpsid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record