| dc.description.abstract | Tingkat produksi tanaman sangat dipengaruhi oleh kualitas tanah, persyaratan pengelolaan dan ekologi tanaman. Kualitas tanah berkaitan dengan sifat fisik dan kimia tanah. Perbedaan kualitas tanah dan iklim berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang pada akhirnya berpengaruh pada produksi dan keuntungan ekonomi suatu komoditas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketinggian dan sifat kimia serta fisik tanah yang berpengaruh terhadap produksi bawang daun (Allium fistulosum L) yang ditanam secara monokultur dengan mengambil lokasi pada ketinggian 1400 m dpl, 1200 m dpl. 1000 m dpl dan 800 m dpl dengan kisaran suhu 17.9° C sampai 21.5° C.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data primer berupa hasil analisis sifat kimia dan fisik tanah yaitu pH, C-organik, N total, P, Ca, Mg, K. Na, KTK, KB, Al, H, Fe, Cu, Zn, Mn, pasir, debu dan liat sebanyak 36 sampel, dibagi atas 9 sampel pada masing-masing ketinggian dengan perlakuan pemupukan dan tanpa pemupukan. Jenis tanah di lokasi penelitian berturut-turut dari lereng atas ke lereng bawah adalah Andosol Distrik, Regosol Distrik, Kambisol Distrik dan Mediteran Argilik. Secara keseluruhan lokasi penelitian terletak di Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur. Sedangkan analisis finansial dilakukan dengan melakukan wawancara sebanyak 5 orang responden pada masing-masing ketinggian untuk mengetahui nilai petani ekonomi lahan dan potensi pengembangannya.
Hasil analisis dengan Forward Stepwise-Multiple Regression, menunjukkan faktor yang berpengaruh positif pada produksi bawang daun dengan perlakuan tanpa pemupukan adalah unsur Fe. Sedangkan faktor yang berpengaruh negatif terhadap produksi bawang daun adalah unsur Na dan Al. Pada lahan yang mendapatkan pemupukan, semua faktor berpengaruh negatif terhadap produksi bawang daun,..dst | id |