Show simple item record

dc.contributor.advisorNugroho, Bramasto
dc.contributor.authorYanuarsyah, Iksal
dc.date.accessioned2023-11-08T07:15:16Z
dc.date.available2023-11-08T07:15:16Z
dc.date.issued2003
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/131115
dc.description.abstractPembangunan sektor kehutanan sebagai bagian dari pembangunan nasional melalui perusahaan hutan telah menunjukkan peranan penting dalam perekonomian nasional. Maraknya illegal logging merupakan tanda-tanda bahwa kebijakan pengelolaan hutan di Indonesia belum sesuai dengan harapan. Salah satu upaya yang dapat ditawarkan untuk mengatasi pembalakan tak terkontrol lah mengintegrasikan para pembalak tradisional, yang sebagian besar masih bekerjasama dengan para cukong pembalak liar sebagai operator penebangan di lapangan, ke dalam blok tebangan resmi (RKT) yang programnya dinamakan Pemanfaatan Hutan Alam Produksi Partisipatif (rural participatory in the forest utilization - RPFU), khususnya untuk hutan produksi dan wilayah-wilayah matan yang di dalamnya tidak ada klaim butan adatnya, tetapi secara de facto terdapat kegiatan pembalakan liar oleh pembalak tradisional (Nugroho, 2000). Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bentuk pola kemitraan yang optimal, dengan asaran antara lain untuk mempelajari pola kemitraan yang dilaksanakan antara HPH dengan masyarakat sekitar hutan sebagai Petra, mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong terjadinya cemitraan berdasarkan komponen manfaat dan kerugiannya dan mengidentifikasi keragaan ekonomi finansial) dari pola kemitraan yang dibangun. Penelitian dilaksanakan di HPHTI PT. MHP Unit VIII Tebing Indah Wilayah II Benakat, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Muara Enim, Propinsi Sumatera Selatan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode teknik wawancara bebas terstruktur terhadap aktor yang terlibat langsung berupa data primer (identifikasi kontrak kerja pemanenan kayu, persepsi kemitraan dengan wawancara, identifikasi pendapatan dan biaya kontrak kerja) dan data sekunder (kondisi umum lokasi, realisasi sistem kemitraan, laporan hasil produksi tahunan perusahaan, pustaka mengenai pola kemitraan). Pengolahan data dan informasi hasil wawancara, observasi di lapangan dan studi literatur dibagi dalam 2 (dua) metode, yaitu pengolahan data persepsi, aktor aktor yang terkait dalam kegiatan pola kemitraan antara principal (pihak HTI PT. MHP) dengan agent (pihak Petra). Pengolahan data menggunakan persamaan matematika dengan bantuan program computer Expert Choice 9.0. Metode kedua dengan membuat prakiraan laba/rugi dan aliran kas (cash flow) data-data hasil identifikasi penderetan dan biaya yang terjadi dalam kemitraan. Kemudian dihitung kriteria penilaiannya dengan nakan program Microsoft Excel Office XP. Kriteria penilaian tersebut meliputi Break Even Pop (BEP), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Benefit Cost Ratio (BCR).id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcForest Productsid
dc.titleAnalisis pola kemitraan antara pembalak tradisional dengan hak pengusahaan hutan tanaman industri PT. Musi Hutan Persada Sumatera Selatanid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordpartnership patternid
dc.subject.keywordtraditional loggerid
dc.subject.keywordindustrial forestid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record