Show simple item record

dc.contributor.advisorRustiadi, Ernan
dc.contributor.advisorPanuju, Dyah Retno
dc.contributor.authorTriono, M. Haris Surya
dc.date.accessioned2023-11-07T05:46:32Z
dc.date.available2023-11-07T05:46:32Z
dc.date.issued2023-11-06
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/130954
dc.description.abstractPada umumnya wilayah administratif kota di Indonesia tidak sepenuhnya memiliki karakteristik perkotaan. Beberapa bagian kota juga memiliki karakteristik perdesaan dan transisi. Kota Tegal merupakan salah satu Kota di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki karakter wilayah perkotaan dan perdesaan di beberapa bagian administrasinya. Selain itu terjadi rata-rata pengurangan luas lahan pertanian menjadi lahan permukiman dan tempat kegiatan di Kota Tegal sebesar 20,70 ha per tahun dengan laju 2,07% pada tahun 1993 hingga 2017. Hal ini mengakibatkan perkembangan perkotaan di wilayah pinggiran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola spasial sebaran penggunaan lahan, mengukur indeks pencampuran penggunaan lahan (landuse mixture) menggunakan pendekatan indeks entropi dan menganalisis pengaruh jarak dan kepadatan penduduk terhadap urban land ratio (ULR) di Kota Tegal. Pola spasial tersebut dianalisis menggunakan metode autokorelasi spasial global (Moran I) dan local (LISA). Selain itu dianalisis pula faktor-faktor yang mempengaruhi urban land ratio (ULR) menggunakan metode regresi linier berganda. Hasil menunjukkan sebaran lahan permukiman dan pertanian cenderung menyebar dengan indeks Moran 0,072 dan 0,059. Nilai ini memiliki pola spasial acak (random) hingga agak mengklaster. Pola spasial berbasis unit data polygon permukiman cenderung memanjang mengkikuti jalan di Margadana dan pusat kota serta pertanian cenderung tersebar luas di bagian barat Kota Tegal. Jika disandingkan dengan sebaran kepadatan penduduk, pola spasial sebaran lahan permukiman HH terjadi pada kondisi kepadatan penduduk tinggi dan sedang. Indeks Moran konsentrasi luas lahan permukiman dan pertanian adalah 0,515 dan 0,542. Nilai ini mengindikasikan bahwa pola spasialnya memiliki sifat menggerombol (clustered) cenderung kuat sehingga membentuk blok barat dan timur. Pola spasial konsentrasi lahan perkotaan tinggi pada blok barat dan pola spasial lahan pertanian tinggi pada blok timur. Indeks pencampuran penggunaan lahan yang ditunjukkan oleh indeks landuse mixture sebagai di Kota Tegal menunjukkan karakter wilayah perkotaan, perdesaan dan suburban/transisi di Kota Tegal. Kawasan barakter perkotaan berada di bagian timur Kota Tegal. Kawasan berkarakter perdesaan di bagian barat Kota Tegal. Karakter berkawasan suburban dengan nilai indeks pencampuran penggunaan lahan yang tinggi berada di daerah tengah. Hasil analisis regresi menunjukkan adanya pengaruh secara parsial jarak dari pusat kota terhadap ULR. Selain itu secara simultan jarak dari pusat kota, kepadatann penduduk, migrasi masuk dan jumlah penduduk berpendidikan tinggi terhadap ULR.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleAnalisis Pola Spasial, Pencampuran Lahan dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Urban Land Ratio di Kota Tegal.id
dc.title.alternativeSpatial Pattern Analysis, Land Use Mixing Index and factors that affect the urban land ratio in the City of Tegalid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordSpatial autocorrelationid
dc.subject.keywordland use mixtureid
dc.subject.keywordurban landratioid
dc.subject.keywordsuburban areasid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record