| dc.description.abstract | Perkembangan usaha hutan rakyat sampai saat ini, dapat dinyatakan bahwa usaha hutan rakyat merupakan usaha yang tidak pernah besar, tetapi juga tidak pernah mati. Kayu sebagai komoditi hasil hutan rakyat masih menempati urutan kurang penting dibanding komoditi lain oleh sebagian besar petani. Hal ini disebabkan karena kayu tidak dapat memberikan hasil cepat, bukan merupakan komoditi konsumsi harian dan sebagainya, karenanya dalam struktur pendapatan rumah tangga petani hutan rakyat merupakan pendapatan sampingan/tambahan. Sehingga para tengkulak dengan akses dan informasi harga yang diketahui mendapatkan keuntungan yang lebih besar dengan menjual kayu tersebut ke industri pengolahan kayu. Industri- industri tersebut berani memberikan harga yang tinggi untuk membeli kayu rakyat, karena sulitnya memperoleh bahan baku kayu dan banyaknya industri-industri serupa yang terdapat di wilayah tersebut. Bahkan ada pula industri yang membeli kayu langsung ke petani untuk memperoleh kayu dengan harga murah.
Penelitian ini bertujuan memperoleh informasi tentang efisiensi penggelolaan hutan rakyat dan industri penggergajian di Kecamatan Nanggung, Leuwiliang dan Cigudeg.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem tata niaga kayu rakyat yang terdapat di keenam desa terdapat dua alur pemasaran yaitu alur pemasaran pertama, merupakan alur yang paling sering terjadi dilapangan, pedagang pengumpul menjadi perantars, antara petani dengan pihak industri dan alur pemasaran kedua yaitu ada beberapa industri yang memilih membeli langsung dari petani. Penggelolaan hutan rakyat di tiga kecamatan tidak efisien yang disebabkan oleh tidak meratanya tingkat pemilikan modal, luas lahan hutan rakyat sangat kecil dibandingkan dengan jumlah petani, tingkat pengalaman dan pengetahuan petani dalam hal pemasaran kayu rakyat, disebabkan jauhnya lokasi kebun atau hutan rakyat milik petani ke pusat konsumsi (pasar). Adanya tengkulak dalam proses pemasaran kayu rakyat bagi petani sangat membantu dalam menjual kayunya, keterangan ini diperoleh berdasarkan wawancara dengan beberapa petani di desa penelitian…dst | id |