Show simple item record

dc.contributor.authorNuraeni, Al
dc.date.accessioned2010-05-05T13:27:32Z
dc.date.available2010-05-05T13:27:32Z
dc.date.issued2001
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/13083
dc.description.abstractIndustri kayu lapis modern Indonesia berkembang mulai tahun 1973, kemudian pada akhir tahun 1983 mengalami perkembangan yang sangat mengesankan (Sinduredjo, 1984). Pada awal tahun 1997 saja, Indonesia telah mampu memproduksi kayu lapis sebesar 10,270 juta m' dan telah mampu mengekspor kayu lapis sebesar 9,366 juta m' atau sebesar 4 429.477 juta US $. Dari perkembangan yang pesat ini, menyebabkan kebutuhan akan bahan baku kayu lapis (kayu bulat) relati[ tinggi sementara harganya semakin mahal. Sehingga persentase biaya pengadaan bahan baku industri kayu lapis menjadi besar yaitu 52% dari biaya produksi vadabel (Fakultas Kehutanan IPB, 1987). Sementara itu, luas hutan alam yang dapat dimanfaatkan potensinya semakin had semakin menurun.id
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titleProses Produksi dan identifikasi Limbah Industri Pengolahan Kayu Lapis serta Kemungkinan Pemanfaatannya di PT. Kampari Wood Industries Riauid
dc.typeThesisid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record