Show simple item record

dc.contributor.advisorAstuti, Dewi Apri
dc.contributor.advisorSebastian, Olan
dc.contributor.authorPrastiwi, Yayuk Eka
dc.date.accessioned2023-11-06T06:23:54Z
dc.date.available2023-11-06T06:23:54Z
dc.date.issued2003
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/130705
dc.description.abstractEnzim Fitase merupakan fosfomonoesterase yang mampu mengkatalisis reaksi hidrolisis asam fitat (mio-inositol 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 heksakisfosfat/IP6) uk melepaskan ortofosfat inorganik dan inositol pentafosfat (IPS)-monofosfat (sebagai produk antara, secara bertahap sampai terbentuk mio-inositol bebas. Asam fitat merupakan bentuk utama simpanan fosfor dalam biji tanaman serealia dan legum. Selain itu, asam fitat juga ditemukan dalam limbah biji tanaman serealia dan legum yang sering digunakan dalam komposisi pakan ayam petelur. Asam fitat mempunyai ketersediaan yang rendah pada ayam petelur sebagai hewan monogastrik, karena ketiadaan enzim fitase dalam saluran pencernaannya. Asam fitat dikenal sebagai faktor antinutrisi, karena kemampuannya membentuk kompleks yang sangat tidak larut dengan nutrien lain seperti asam amino, karbohidrat, asam lemak, maupun mineral makro dan mikro, baik di dalam saluran pencernaan maupun secara alamiah dalam komposisi pakan. Hal ini menyebabkan ketersediaan nutrien tersebut didalam tubuh ayam petelur menurun. Penurunan ketersediaan nutrien khususnya kalsium dan fosfor dapat menyebabkan kerabang telur lunak yang dikenal dengan istilah soft eggshell syndrome.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcVeterinary scienceid
dc.titleUpaya pencegahan kerabak telur lunak (Soft Eggsell Syndrome) dengan menggunakan enzim fitase pada ayam petelurid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordPhytase enzymeid
dc.subject.keywordphytic acid hydrolysis reactionid
dc.subject.keywordcereal plant seedsid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record