Show simple item record

dc.contributor.advisorHartono, Arief
dc.contributor.advisorAnwar, Syaiful
dc.contributor.authorPutri, Avilia Triani
dc.date.accessioned2023-11-06T06:21:55Z
dc.date.available2023-11-06T06:21:55Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/130703
dc.description.abstractKolam ikan tersebar hampir di seluruh desa di kaki Gunung Salak, Kecamatan Darmaga, Kabupaten Bogor. Petani memberikan pakan berupa pelet dan kotoran ternak selama bertahun-tahun. Penelitian sebelumnya menyatakan lumpur dan air kolam ikan di Desa Petir sangat potensial untuk dijadikan amelioran karena mengandung hara-hara yang dibutuhkan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik erapan fosfor (P) pada Ultisol Darmaga yang diberi perlakuan lumpur kolam Ikan, air kolam ikan, pupuk kandang (pukan) kambing, dan kombinasinya. Penelitian ini menggunakan metode inkubasi selama 1 dan 2 minggu. Perlakuan pada penelitian ini adalah kontrol, lumpur kolam ikan, kombinasi lumpur kolam ikan dan air kolam ikan, pukan kambing, kombinasi lumpur kolam ikan dan pukan kambing, dan pupuk konvensional. Setiap perlakuan diulang 3 kali. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak lengkap. Selama masa inkubasi, kadar air pot-pot percobaan dipertahankan sebesar 80% dari kapasitas lapang. Hasil penelitian menunjukkan erapan P dapat disimulasikan dengan baik oleh persamaan Langmuir dan Freundlich. Walaupun demikian R2 dari persamaan Freundlich lebih besar dibandingkan dengan R2 persamaan Langmuir. Nilai erapan P maksimum (b) dan energi ikatan (KL) pada persamaan Langmuir tidak berbeda nyata pada inkubasi minggu ke-1 dan minggu ke-2. Perlakuan lumpur kolam ikan, kombinasi lumpur dan air kolam ikan, pukan kambing, kombinasi lumpur kolam ikan dan pukan kambing dan pupuk konvensional nyata memiliki nilai konstanta kapasitas erapan Freundlich (KF) lebih kecil dibandingkan kontrol setelah inkubasi 1 minggu dan 2 minggu. Perlakuan kombinasi lumpur kolam ikan dan pukan kambing memiliki nilai KF paling kecil dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Perlakuan berpengaruh nyata terhadap nilai konstanta n persamaan Freundich baik setelah 1 minggu inkubasi dan setelah 2 minggu inkubasi. Perlakuan kombinasi lumpur kolam ikan dan pukan kambing nyata memiliki nilai n lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol setelah 1 minggu inkubasi. Setelah 2 minggu inkubasi nilai n kombinasi lumpur kolam ikan dan pukan kambing tidak berbeda nyata dengan perlakuan kombinasi lumpur kolam ikan dan air kolam ikan, pukan kambing dan kontrol akan tetapi nyata lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan pupuk konvensional, dan lumpur kolam ikan. Dari konstanta KF dan nilai n persamaan Freundlich, disimpulkan bahwa kombinasi lumpur kolam ikan dan pukan kambing merupakan perlakuan terbaik untuk menurunkan erapan P.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Institut Pertanian Bogor)id
dc.subject.ddcSoil scienceid
dc.subject.ddcPhosphoricid
dc.subject.ddc2015id
dc.titleKarakteristik Erapan Fosfor pada Ultisol Darmaga Bogor yang Diberi Perlakuan Lumpur Kolam Ikan, Air Kolam Ikan, Pupuk Kandang Kambing, dan Kombinasinyaid
dc.title.alternativeCharacteristics of Phosphorus Sorption on Ultisol Darmaga Treated with Fishpond Sediment, Fishpond Water, Goat Manure, and Their Combinationid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordAmelioranid
dc.subject.keywordBonding energyid
dc.subject.keywordFreundlichid
dc.subject.keywordLangmuirid
dc.subject.keywordSorption capacityid
dc.subject.keywordSoil science and land resourcesid
dc.subject.keywordSifat kimiaid
dc.subject.keywordEnergi ikatanid
dc.subject.keywordKapasitas erapanid
dc.subject.keywordUltisol darmagaid
dc.subject.keywordErapan fosforid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record