Show simple item record

dc.contributor.advisorHermawan, Dede
dc.contributor.authorRahmawan, Fajar Sidik
dc.date.accessioned2023-11-06T04:26:23Z
dc.date.available2023-11-06T04:26:23Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/130662
dc.description.abstractPapan semen partikel adalah sulah satu jenis papan komposil yang dibuat dari campuran partikel-partikel kayu atau bahan berlignoselulosa lainnya dengan semen scbagai perekatnya (Sutigno et al. 1977). Sedangkan kayu hanya menyusun kira-kira 25% produk menurut berat dan kurang dari 10% biaya bahan yang rnenj adikan papan semeri partikel (Haygreen dan Bowyer, 1989). Substitusi semen dengan zeolit sebanyak 40% dari berat dapat menghasilkan papan semen partikel dengan sifat fisis dan mekanis yang baik. (Setyono, 2003). Penelitian ini bertujuan untuk mem pelajari pengaruh penambahan dua jenis acceleralor tcrhadap zcolit scbugai bahan substitusi semen dan pcngaruhnya tcrhadap sifat fisis dan rnekanis papan semen partikel. Bahan yang digunakan ada!ah partikel Acacia mangium Willd., semen Portland tipe I merk Tiga Roda, accelerator ka!sium klorida (CaCl2) dan tawas (Al2(SO4)3). Campuran bahan pembuatan papan semen terdiri dari semen, air, dan partikel kayu dengan perbandingan 2,5 : 1,25 : 1,0 dan ditambahkan accelerator sebanyak 2,5%; 5,0% dan 7,5% dari berat semen serta tanpa tambahan accelerator sebagai kontro!. Kadar substitusi semen dengan zeolit dalam penelitian adalah 40% dari berat semen. Untuk mempelajari pengaruh pemberian accelerator CaCl2 dan Al2(SO4)3 terhadap proses pengerasan semen dilakukan pengukuran suhu hidrasi semen dengan perbandingan scrbuk kayu dan semen scbcsar 1,0 : 13,3 (Hermawan, 2001) Ukuran lembaran panil yang dibuat adalah JO cm x 30 cm dengan ketcbalan 1,2 cm dan target kerapatan 1,2 kg/cm2 . Tekanan yang diberikan pada lapik scbesar 35 kg/cm2 sampai ketebalan 1,2 cm, kemudian lembaran panil dik!cm dun dimasukkan ke dalam oven dengan suhu ± 60"C selama 24 jam unluk tujuan pengerasan awal (setting process) Selanjutnya klem dilepas dan lembaran-lembaran panil diletakkan dalam ruangan terbuka selama 2 minggu untuk tujuan pcngerasan lanjutan (curing). Setelah proses tersebut, untuk menguapkan air yang masih tersisa pada lembaran panil dilakukan pengovenan lanjutan panil pada suhu 80°C selama l 0 jam. Tahap selanjutnya lembaran-lembaran panil dikondisikan dalam ruangan selama satu minggu dengan tujuan untuk melepaskan tegangan-tegangan yang…dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcAcceleratorid
dc.subject.ddcPapan semen partikelid
dc.titlePenambahan Accelerator sebagai Upaya Peningkatan Sifat-sifat Papan Semen Partikelid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record