Show simple item record

dc.contributor.advisorNawawi, Dedep sarip
dc.contributor.advisorHaroen, Wawan kartiwa
dc.contributor.authorSyirwan, Irsan
dc.date.accessioned2023-11-06T03:28:44Z
dc.date.available2023-11-06T03:28:44Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/130591
dc.description.abstractPermintaan masyarakat dunia akan pulp dan kertas semakin bertambah seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, tingkat kesejahteraan, ilmu pengetahuan dan teknologi serat perkembangan industri produk berkemasan. Prospek ekspor pulp dan kertas di Indonesia masih menjanjikan dengan dikuasainya 2% pangsa pasar pulp dan kertas dunia. Abaka (Musa textilis Nee) merupakan sumber bahan baku serat yang sangat baik. Belakangan ini, abaka digunakan untuk pembuatan kertas khusus. Hal ini dipengaruhi oleh kandungan selulosa yang tinggi, serat yang panjang, dan lignin yang rendah. Kertas bungkus. khususnya kertas bungkus berlamina plastik, merupakan salah satu jenis kertas yang banyak digunakan dalam berbagai produk kemasan. Jenis kertas ini meningkat pesat permintaannya sejalan dengan peningkatan kebutuhan produk kemasan di berbagai industri. Khususnya kertas berlamina plastik mensyaratkan kualitas yang cukup tinggi sehingga membutuhkan bahan baku dengan kualitas yang cukup tinggi pula. Hal ini berimplikasi pada persyaratan bahan baku yang seringkali memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Dalam penelitian ini dilakukan prinsip dasar penambahan bahan serat yaitu penambahan serat kualitas lebih rendah pada serat berkualitas baik untuk mengurangi biaya bahan baku tetapi tetap menghasilkan produk dengan standar tertentu yaitu dengan pemanfaatan sumber serat rumput laut sebagai bahan pencampur serat abaka. Sehingga untuk mendapatkan standar kualitas tertentu, penggunaan serat abaka dapat diminimalkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemungkinan pemanfaatan rumput laut sebagai bahan campuran pulp abaka untuk pembuatan kertas bungkus melalui pengujian terhadap sifat-sifat campuran pulp, sifat fisis dan sifat optik lembaran campuran pulp. Proses pemasakan yang digunakan adalah proses soda dengan konsentrasi NaOH 8%. suhu maksimal 100°C, ratio larutan serpih 14, waktu tuju 90 menit dan 30 menit pada suhu 100°C. Pemutihan pulp abaka menggunakan proses ODED sedangkan pemutihan pulp rumput laut menggunakan klorinasi satu tahap. Lembaran pulp dibentuk dari campuran pulp abaka dan puip rumput laut dengan komposisi 70% pulp abaka dan 30% pulp rumput laut. 60% pulp abaka dan 40% pulp rumput laut, 40% pulp abaka dan 60% pulp rumput laut. dan 30% pulp abaka dan 70% pulp rumput laut…dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcPupl abakaid
dc.subject.ddcPupl rumput lautid
dc.subject.ddcKertas bungkusid
dc.titleSifat-Sifat Campuran Pulp Abaka dan Pulp Rumput Laut untuk Pembuatan Kertas Bungkusid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record