Show simple item record

dc.contributor.advisorHaneda, Noor Farikhah
dc.contributor.authorMuftiadi, Mumu
dc.date.accessioned2023-11-06T03:20:20Z
dc.date.available2023-11-06T03:20:20Z
dc.date.issued2015
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/130579
dc.description.abstractPerubahan fungsi dari hutan menjadi non-hutan mempengaruhi kondisi ekosistem dan spesies di dalamnya. Salah satu spesies yang ada di dalamnya yaitu serangga. Serangga merupakan salah satu fauna yang menarik untuk dikaji. Penilitian dilaksanakan di Desa Runtu, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah. Teknik pengambilan serangga menggunakan tiga metode yaitu, pitfall trap, malaise trap dan sweep net di dua ekosistem. Ekosistem yang diamati yaitu ecotone dan perkebunan kelapa sawit dengan jarak 0.5-1 km dari hutan (berumur 8 tahun). Hasil penelitian secara keseluruhan ditemukan sebanyak 5 419 individu serangga yang termasuk dalam 158 morfospesies, 121 famili dan 22 ordo. Berdasarkan famili maka Formicidae, Noctuidae, Nitidulidae, Gryllidae, Entomobryidae, Scarabaeidae, dan Phoridae merupakan famili yang mendominasi pada penelitian ini. Ekosistem ecotone merupakan ekosistem yang relatif stabil dengan nilai indeks kekayaan DMg= 14.55, indeks keragaman H’= 3.22, dan indeks kesamarataan E= 0.67. Keanekaragaman serangga dipengaruhi oleh keberadaan ekosistem hutan.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcForestry-Silvicultureid
dc.titleKeberadaan ekosistem hutan terhadap keanekaragaman Serangga di Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis jacq)id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keyworddiversity of insectsid
dc.subject.keywordecotone ecosystemsid
dc.subject.keywordpalm ecosystemid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record