Show simple item record

dc.contributor.advisorBoediono, Arief
dc.contributor.advisorFahrudi, Mokhamad
dc.contributor.authorRizal, Muhammad
dc.date.accessioned2023-11-03T03:58:29Z
dc.date.available2023-11-03T03:58:29Z
dc.date.issued2003
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/130406
dc.description.abstractBerkurangnya populasi suatu hewan akan menimbulkan suatu kepunahan. Kepunahan tersebut akan menyebabkan kerugian yang sangat besar bagi kehidupan, diantaranya hilangnya keanekaragaman jenis satwa yang ada. Banyak cara dan usaha telah dilakukan untuk mempertahankan dan meningkatkan populasi dari satwa tersebut, diantaranya pembuatan pusat-pusat penangkaran/konservasi, namun dalam usaha tersebut banyak sekali kendala yang dihadapi diantaranya: sulitnya hewan beradaptasi dengan lingkungan baru, gangguan reproduksi dan agen penyakit yang menyebabkan kematian. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang reproduksi, seperti adanya teknik Inseminasi Buatan (IB), Fertilisasi In vitro (FIV), Injeksi Sperma Intra Sitoplasma (ISIS) dan Transfer Embrio (TE) diharapkan dapat menanggulangi masalah yang ada. Domba dijadikan sebagai hewan model untuk jenis ruminasia kecil seperti rasa, kijang, anoa dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui viabilitas spermatozoa ditinjau dari motilitas dan keutuhan membran plasma spermatozoa domba yang dikoleksi dari jaringan cauda epididymis dan ductus deferens dalam medium modified Phosphat Buffer Saline (mPBS) dan Brackett and Oliphant (BO) setelah penyimpanan pada suhu 4°C. Pengamatan dilakukan pada hari ke-2, 4, 6, 8 dan 12 setelah penyimpanan Koleksi spermatozoa dari cauda epididymis dilakukan dengan metode aspirasi, dengan menggunakan media mPBS dan BO, sedangkan koleksi spermatozoa dari ductus deferens dengan menggunakan metode pembilasan (flushing) dengan media yang sama. Setelah dilakukan pencucian, penghitungan dan pengenceran kemudian dilakukan pengamatan terhadap motilitas dan membran plasma utuh. Hasil penelitian menunjukan bahwa persentase motilitas dan membran plasma uruh spermatozoa yang dikoleksi baik dari cauda epididymis maupun ductus deferens lebih tinggi dalam medium BO dibandingkan dengan medium mPBS. Motilitas spermatozoa dari cauda epididymis dan ductus deferens yang disimpan pada suhu 4°C masih dapat ditemukan sampai hari ke-12 (0,70%) dari cauda epididymis dan hari ke- 10 (0,36 %) dari ductus deferens Membran plasma utuh masih dapat ditemukan sampai hari ke-12 (1,33 %) dari cauda epididymis dan hari ke-10 (0,43%) dari ductus deferens. Motilitas (motil progresif dan non progresif) dan keutuhan membran plasma (MPU) yang dikoleksi dari jaringan cauda epididymis dan ductus defeferens setelah penyimpanan pada suhu 4°C masih memungkinkan dimanfaatkan untuk proses ertilisasi in vitro dengan teknik ISIS hal ini memungkinkan karena hanya membutuhkan satu sperma.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcVeterinary Clinic Reproductionid
dc.titleKetahanan hidup spermatozoa domba hasil koleksi dari jaringan cauda epididymis dan ductus deferens setelah penyimpanan pada suhu 4 derajat Cid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordartificial inseminationid
dc.subject.keywordin vitro fertilizationid
dc.subject.keywordsheepid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record