| dc.description.abstract | Sekarang ini minat masyarakat untuk memelihara hewan kesayangan, Terutama anjing, semakin meningkat. Pinjal dapat menimbulkan kelainan kulit dan menjadi induk semang antara cacing pita tertentu, seperti Dipylidium caninum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pinjal yang dapat menyerang anjing, kerugian yang ditimbulkan serta pengendalian dan pencegahannya.
Penelitian ini menggunakan sampel anjing sebanyak 30 ekor yang berasal dari Pondok Pengayom Satwa dan beberapa lokasi di Jakarta. Pinjal dikoleksi dari seluruh bagian tubuh anjing dengan menggunakan kapas yang telah ditetesi alkohol 70%, kemudian diambil secara manual atau menggunakan pinset dan ditaruh dalam wadah plastik yang berisi alkohol 70%.
Pinjal hasil koleksi diproses dalam bentuk preparat berdasarkan metode Ashadi dan Partosoejono (1992), kemudian dudentifikasi dengan menggunakan kunci morfologi Sen and Fletcher (1962). Hasil penelitian menunjukan 2 jenis pinjal yang diperoleh, yaitu Ctenocephalides canis dan Ctenocephalides felis. Jumlah Cenocephalides canis yang diperoleh lebih besar dari jumlah Ctenocephalides felis, dengan angka infestasi berkisar antara 1-6 pinjal perekor anjing. | id |