Show simple item record

dc.contributor.advisorRusolono, Teddy
dc.contributor.authorAsyisanti
dc.date.accessioned2023-11-02T07:12:38Z
dc.date.available2023-11-02T07:12:38Z
dc.date.issued2004
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/130283
dc.description.abstractKerusakan lingkungan terutama pencemaran udara olch Gas Rumah Kaca (GRK) seperti CO2, CH4, N2O, HFCs, PFCs dan SF6 yang merupakan gas buang industri telah memberikan pengaruh besar dalam perubahan iklim dimana dicirikan oleh peningkatan suhu udara dan perubahan distribusi serta besaran curah hujan. Kegiatan kehutanan yang bertujuan mengurangi pemanasan global yaitu: Carbon Conservation, Carbon Sequestration dan Carbon Substitution Negara Indonesia mempunyai peluang sangat besar untuk ikut melaksanakan kegiatan pengurangan pemanasan global melalui kegiatan hutan rakyat. Metode yang digunakan dengan pendekatan biomassa. Pengukuran dilaksanakan menggunakan petak ukur berukuran 5 m x 40 m. Biomassa tumbuhan bawah dan serasah diperoleh dengan melakukan pemanenan. Untuk menduga biomassa tegakan, tunggak dan nekromass dihitung dengan persamaan alometrik. Potensi karbon tegakan dan tunggak dihitung dengan mengalikan biomassa dengan faktor konversi 0,5. Sedangkan potensi karbon nekromass, tumbuhan bawah dan serasah diperoleh dengan mengalikan faktor konversi sebesar 0,4 terhadap nilai biomassa. Penelitian ini bertujuan mempelajari kandungan karbon di atas permukaan tanah dalam pengelolaan hutan rakyat dan faktor-faktor yang mempengaruhi kandungan karbon. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh potensi karbon total berkisar antara 15,56 MgC/ha hingga 194,97 MgC/ha untuk umur 0,5 tahun sampai 7,5 tahun. Peningkatan karbon dipengaruhi oleh pertambahan bidang dasar tegakan. Data bervariasi pada setiap petak ukur dengan umur yang sama. Variasi meliputi ukuran diameter, kerapatan pohon, bidang dasar dan jenis tanaman disebabkan oleh perbedaan pola pengelolaan (penanaman, pemupukan, penjarangan, pemeliharaan dan penebangan) dari setiap pemilik lahan. Kandungan karbon pohon memberikan konstribusi terbesar yaitu sebesar 86,77%. Potensi karbon non pohon cenderung sama pada setiap kenaikan umur dengan konstribusi sebesar 2,71% terhadap nilai karbon total. Potensi karbon tunggak menurun dengan bertambahnya umur sedangkan nilai karbon nekromass hampir sama dengan pertambahan umur. Potensi karbon tunggak dan nekromass dipengaruhi oleh oleh aktifitas penebangan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Potensi karbon tunggak dan nekromass memberikan konstribusi sebesar 3,10% dan 0,73% terhadap nilai karbon total. Potensi karbon tumbuhan bawah dan serasah tidak konstan mengikuti pertambahan umur yang dipengaruhi oleh kerapatan tegakan dan pembersihan lahan. Tumbuhan bawah dan serasah memberikan konstribusi sebesar 0,33% dan 1,70% terhadap nilai karbon total...id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural Universityid
dc.subject.ddcKehutananid
dc.subject.ddcManajemen Hutanid
dc.titlePotensi karbon di atas permukaan tanah pada hutan rakyatid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordKarbon Hutanid
dc.subject.keywordkandungan karbonid
dc.subject.keywordpengelolaan hutan rakyatid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record