| dc.description.abstract | Tujuan penelitian untuk mendiagnose piroplasmosis pada
sapi perah dengan metode fluoresein antibodi tidak
dibandingkan dengan Giemsa-May-Grünwald,
dan
lebar
okuler,
cies).
langsung
mengukur panjang
piroplasma di dalam eritrosit dengan mikrometer
mengamati
Mencari
bentuknya
untuk menentukan jenis
data analisis darah dan serum
positif piroplasmosis akibat infeksi alam,
gejala
(spe-
sapi perah
serta pengamatan
klinik dan pengamatan patologi anak sapi yang diinfeksi buatan.
Pada pengamatan bentuk dan ukuran dengan pewarnaan Giemsa-May-Grünwald, dapat didiagnosa 3 jenis Piroplasma berasal dari sapi perah di daerah Sukabumi, Cipanas dan Bogor-Depok, yaitu B. bovis ukuran rata-rata 2.38 x 0.82 mikron; B. bigemina 3.55 x 1.60 mikron dan T. orientalis 2.82 X 0.67 mikron. Ketiga jenis berhasil dipindahkan kepada anak sapi splenektomi dan kontrol dengan gejala
klinik demam, pucat, simpul limfe, bengkak, kurus. Diagnosis dengan metode fluoresein antibodi tidak langsung lebih peka dibandingkan dengan metode Giemsa-May-Grünwald. Ketidaktelitian metode Giemsa-May-Grünwald adalah 55 66.04 % dibandingkan metode IFAT. Nilai hemoglobin, eritrosit total dan bilirubin nyata berhubungan dengan kerusakan darah karena infeksi Babesia sp. | id |