Show simple item record

dc.contributor.advisorAshadi, Gatut
dc.contributor.advisorSukra, Juhara
dc.contributor.advisorGirindra, Aisyah
dc.contributor.authorAstyawati, Tutuk
dc.date.accessioned2023-11-02T04:02:36Z
dc.date.available2023-11-02T04:02:36Z
dc.date.issued1987
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/130160
dc.description.abstractTujuan penelitian untuk mendiagnose piroplasmosis pada sapi perah dengan metode fluoresein antibodi tidak dibandingkan dengan Giemsa-May-Grünwald, dan lebar okuler, cies). langsung mengukur panjang piroplasma di dalam eritrosit dengan mikrometer mengamati Mencari bentuknya untuk menentukan jenis data analisis darah dan serum positif piroplasmosis akibat infeksi alam, gejala (spe- sapi perah serta pengamatan klinik dan pengamatan patologi anak sapi yang diinfeksi buatan. Pada pengamatan bentuk dan ukuran dengan pewarnaan Giemsa-May-Grünwald, dapat didiagnosa 3 jenis Piroplasma berasal dari sapi perah di daerah Sukabumi, Cipanas dan Bogor-Depok, yaitu B. bovis ukuran rata-rata 2.38 x 0.82 mikron; B. bigemina 3.55 x 1.60 mikron dan T. orientalis 2.82 X 0.67 mikron. Ketiga jenis berhasil dipindahkan kepada anak sapi splenektomi dan kontrol dengan gejala klinik demam, pucat, simpul limfe, bengkak, kurus. Diagnosis dengan metode fluoresein antibodi tidak langsung lebih peka dibandingkan dengan metode Giemsa-May-Grünwald. Ketidaktelitian metode Giemsa-May-Grünwald adalah 55 66.04 % dibandingkan metode IFAT. Nilai hemoglobin, eritrosit total dan bilirubin nyata berhubungan dengan kerusakan darah karena infeksi Babesia sp.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcDairy cattleid
dc.subject.ddcImmunofluorescenceid
dc.subject.ddcProtozoal infectionsid
dc.titleDiagnosis piraplasmosis pada sapi perah dengan metode fluoresein antibodi tidak langsung dibandingkan dengan giemsa-may-grunwaldid
dc.typeThesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record