Penggunaan Teknik Penginderaan Jauh dalam Mendeteksi Perubahan Penutupan Vegetasi Areal Pengusahaan Hutan, Kasus P.T Georgia Pacific Indonesia, Kalimantan Timur

Date
1986Author
Hitam, H. Hasril
Soerianegara, Ishemat
Wiradisastra, Uup Sjafei
Hagruman, Herman
Abdullah, Kamaruddin
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan teknik penginderaan jauh dalam pemetaan areal pengusahaan hutan dan memantau perubahannya serta untuk mendapatkan suatu sistem pemantauan dalam mendeteksi perubahan penutupan vegetasi areal pengusahaan hutan dengan menggunakan tek-nik penginderaan jauh satelit dan potret udara. Propinsi Kalimantan Timur mempunyai potensi sumberdaya hutan yang cukup luas. Dalam rangka memanfaatkan sumberdaya hutan tersebut, telah dilakukan kegiatan pembalakan hutan oleh berbagai perusahaan hutan. Prinsip yang digunakan dalam pengusahaan hutan adalah manfaat maksimal dari hutan secara lestari. Bila yang lebih diutamakan adalah manfaat maksimalnya saja, maka akan timbul kerusakan terhadap hutan.
Untuk menghindarkan terjadinya kerusakan hutan, Pemerintah telah mengeluarkan berbagai peraturan dan ketentuan di bidang pengawasan pengusahaan hutan yang keselu-ruhannya dilakukan secara terestris (dari darat).
Kegiatan pemantauan yang dilakukan secara periodik dengan cara menggunakan teknik penginderaan jauh dapat memberikan informasi yang lebih cepat dan lebih lengkap mengenai laju perluasan penebangan areal pengusahaan hutan sehingga lebih mendekati keadaan. lapangan yang sebenarnya.
Penginderaan jauh memberikan gambaran keadaan permukaan bumi termasuk hutan melalui perekaman refleksi ener-gi elektromagnetik, sehingga dapat digunakan untuk mengetahui perubahan penutupan vegetasi areal pengusahaan hutan. Sistem penginderaan jauh ini dapat mengindera permukaan bumi dengan monggunakan berbagai macam sensor seperti kamera/beberapa kamera (sistem fotografik), sistem "multispectral scanner", sistem "thermal scanner" yang sensitif terhadap temperatur dan cocok digunakan untuk mendeteksi kebakaran hutan, sistem "radar" mempunyai sensor aktif yang merekam kembali energi yang dipancarkan ke permukaan bumi dari ketinggian pesawat dan satelit serta sensor elektronik gelombang mikro yang merekam berbagai macam energi.
Walaupun semua sistem penginderaan jauh tersebut po-tensial digunakan untuk memantau perubahan penutupan ve-getasi areal pengusahaan hutan, berikut berbagai permasa-lahan yang dihadapi, maka dalam penelitian ini hanya di-gunakan sistem fotografik (potret udara) dan multispectral scanner satelit LANDSAT. Satelit LANDSAT 4 dan 5 yang sedang mengorbit bumi dewasa ini dapat merekam …

