| dc.description.abstract | Indonesia memiliki lahan rawa yang cukup luas dan sebagian besar lahan rawa tersebut merupakan lahan gambut yang tersebar terutama di Sumatera, Kalimantan dan Papua. Tanah gambut terbentuk oleh lingkungan yang khas, yaitu rawa atau suasana genangan yang terjadi hampir sepanjang tahun.
Lahan gambut di Indonesia belum dikelola dengan baik karena pemahaman atas karakteristik ekosistem rawa belum diketahui secara utuh. Pembukaan lahan rawa gambut untuk pertanian dilakukan dengan membuat saluran drainase untuk mengatur muka air. Hal ini menyebabkan terjadinya penurunan muka air dan perubahan ekosistem rawa, sehingga mengakibatkan perubahan karakteristik lahan gambut. Berdasarkan hal tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi karakteristik tanah gambut di atas dan di bawah muka air.
Pengamatan dilakukan pada lapisan gambut di atas dan di bawah muka air dengan analisis yang dilakukan adalah: Sifat morfologi dan kimia tanah. Sifat morfologi yang diamati meliputi warna gambut dan tingkat kematangan atau dekomposisi gambut yang dilakukan dengan metode cepat dilapangan, metode Lynn, W.C., W. E. McKinzie dan R. B Grossman (1974) dan metode suntikan. Sedangkan karakteristik kimia yang diamati meliputi: nilai pH gambut yang ditetapkan dengan pH meter; kadar C-organik dan N-total yang ditetapkan dengan CHNS analyzer, kandungan basa-basa dapat dipertukarkan dan kapasitas tukar kation yang ditetapkan dengan ekstraksi NHOAc pH 7.
Secara umum telah diketahui bahwa penurunan muka air pada lahan gambut menyebabkan terjadinya proses dekomposisi gambut yang lebih lanjut pada lapisan di atas muka air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penetapan tingkat kematangan gambut dengan ketiga metode yang digunakan belum dapat menjelaskan perbedaan tingkat kematangan atau dekomposisi yang terjadi pada lapisan gambut di atas dan di bawah muka air, karena seakan-akan tidak terdapat perbedaan tingkat kematangan antara lapisan di atas dan di bawah muka air. Oleh sebab itu diperlukan pendekatan lain yaitu nisbah C/N, dimana pada lapisan gambut di atas muka air cenderung memiliki nisbah C/N yang lebih rendah daripada lapisan gambut di bawah muka air. Hal ini mengindikasikan pada lapisan gambut di atas muka air memiliki tingkat dekomposisi yang lebih lanjut daripada lapisan gambut di bawah muka air. Proses dekomposisi yang lebih lanjut pada lapisan gambut di atas muka air juga menyebabkan perubahan berbagai karakteristik tanah gambut. | id |