Show simple item record

dc.contributor.advisorSabiham, Supiandi
dc.contributor.advisorSuwarno
dc.contributor.authorPanjaitan, Robinson
dc.date.accessioned2023-11-01T04:09:52Z
dc.date.available2023-11-01T04:09:52Z
dc.date.issued1998
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/129659
dc.description.abstractTingkat kemasaman, toksisitas, dan ketersediaan unsur hara yang rendah terutama Cu merupakan masalah utama pada tanah gambut. Bahan koloid tanah gambut yang terdiri dari asam organik terutama asam fenolat memberi pengaruh negatif bagi pertumbuhan tanaman dan ketersediaan unsur hara. Asam-asam fenolat yang dominan dijumpai dalam tanah gambut adalah asam hidroksibenzoat (AHB), asam vanilat (AVN), asam siringat (ASR), asam kurnarat (AKM), dan asam ferulat (AFR). Adanya daya erapan asam-asam organik tersebut terhadap kation-kation menyebabkan ketersediaan unsur hara pada tanah gambut menjadi rendah. Pemberian kation Fe³+ diharapkan dapat rneningkatkan kelarutan Cu dan mengendalikan toksisitas asam fenolat. Bahan penelitian ini berasal dari Berengbengkel, Kalimantan Tengah dengan tingkat kematangan saprik, hemik, dan fibrik. Perlakuan Fe(Ill) diberikan dengan dosis 0 % (Fo), 2.5 % (Fi) dan 5 % (F2) erapan maksimum dan perlakuan Cu(II) diberikan dengan dosis 0 ppm (Co) dan 200 ppm (C1). Penetapan fraksi-fraksi Fe dan Cu tanah gambut dilaksanakan dengan prosedur ekstraksi bertahap yang telah dimodifikasikan. Asam fenolat dan pH diukur untuk melihat kondisi kemasaman dan toksisitas gambut akibat pemberian Fe dan Cu.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcSoil scienceid
dc.subject.ddcPeat soilid
dc.titlePeningkatan pelarutan Cu pada tanah gambut pedalaman dari Berengbengkel, Kalimantan Tengah dengan penambahan Fe (III)id
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record