| dc.description.abstract | Acacia vil/osa yang merupakan keluarga dari Leguminosa dimanfaatkan
sebagai pakan untuk temak di Indonesia karena memiliki kandungan protein yang
tinggi. Namun temyata mengandung senyawa ADAB ( 2-amino,4-
acetylaminobutyric acid ) yang akan diubah oleh tubuh menjadi DABA. DABA
adalah salah satu asam amino non protein yang akan berkompetisi dengan asam
amino protein untuk mengikat enzim. Tujuan dari percobaan ini adalah antuk
mengetahui gejala toksisitas dan perubahan gambaran histopatologi hati akibat
pemberian ekstrak Acacia villosa yang terdiri atas fraksi asam amino non protein
(AANP) dan fraksi polifenol. Penelitian ini dilakukan pada 18 ekor tikus betina
yang dibagi ke dalam tiga kelompok. Masing-masing kelompok diberi perlakuan
yaitu aquabidest sebagai grup kontrol, fraksi AANP sebagai grup AANP, dan
fraksi polifenol secara intragastrik. Perlakuan tersebut dilakukan selama 4
minggu. Pada akhir masa percobaan, tikus dibunuh dan diambil organ hatinya
untuk dilakukan pengamatan histopatologi. Hasil Pengamatan menunjukkan
bahwa tikus yang diberi fraksi AANP dan fraksi polifenol mengalami perubahan
pada sel hati (hepatosit) berupa degenerasi berbutir, degenerasi hidropis, dan
nekrosa. Persentase perubahan-perubahan tersebut kemudian diolah secara
statistik. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan
Analisis Statistik ANOV A yang akan dilanjutkan dengan uji puncans. Parameter
lain yang digunakan adalah kadar SGPT dan SGOT dalam serum darah, total
protein, albumin, dan globulin, serta gambaran darah lengkap hewan coba. | id |