| dc.description.abstract | Citra IKONOS merupakan satelit dengan resolusi spasial tinggi yang merekam data multispektral 4 kanal pada resolusi 4 m (citra berwarna) dan sebuah kanal pankromatik dengan resolusi 1 m (hitam-putih), citra yang diperoleh akan lebih jelas kenampakannya, sehingga informasi yang diperoleh lebih banyak.
Gempa bumi Yogyakarta Mei 2006 merupakan gempa bumi tektonik kuat berkekuatan 5,9 SR dengan posisi episenter 8,26° LS dan 110,31° BT pada kedalaman 33 km. Kecamatan Bantul dan Jetis merupakan daerah rawan bencana alam gempa bumi, sehingga pada saat terjadi gempa, daerah ini yang letaknya berada di dekat daerah patahan mengalami kerusakan terparah dibanding kecamatan lain.
Adapun tujuan penelitian ini adalah: 1) Interpretasi penggunaan lahan dengan citra IKONOS, 2) Analisis penggunaan lahan sebelum dan sesudah gempa buri, 3) Analisis keterkaitan penggunaan lahan sesudah gempa bumi terhadap jarak dengan pusat gempa dan patahan, dan 4) Pemetaan kerusakan bangunan akibat gempa bumi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan citra IKONOS tipe penggunaan lahan yang diperoleh lebih banyak dibandingkan dengan peta topografi, karena citra berskala 1 : 2.500, sedangkan peta berskala 1: 25.000. Dari hasil interpretasi citra, IKONOS hanya dapat membedakan bangunan rusak (rata dengan tanah) dan bangunan tidak rusak (masih berdiri).
Pada tahun 1999 (sebelum gempa), luas penggunaan lahan tertinggi adalah lahan sawah irigasi (Bantul: 54,7%, Jetis: 56,1%). Sesudah gempa bumi pada tahun 2006 terjadi perubahan penggunaan lahan yang menyangkut penambahan luas pemukiman yang sebagian besar sudah berupa reruntuhan bangunan akibat gempa (Bantul: 2,3%, Jetis: 0,3%); tegalan (Jetis: 0,8%); tanah kosong (Bantul: 0,2%, Jetis: 0,008%) dan berkurangnya luas sawah irigasi (Bantul: 2,2%, letin:
2,7%), kebun (Bantal : 0,2%, Jetis: 0,8%); semak belukar (Jetis: 0,009%). Kerusakan bangunan di lokasi penelitian relatif lebih terlihat pada daerah
yang berada dekat patahan dibandingkan dengan yang berada pada pusat gempa. Hasil analisis dari citra IKONOS menunjukkan bahwa kerusakan bangunan akibat gempa dengan kategori rusak berat berada pada wilayah dengan jarak 0-2 km dari patahan, kategori rusak terletak pada 2-4 km, kategori rusak sedang terletak pada 4-6 km, dan kategori rusak ringan terletak pada jarak 6-8 km dari garis patahan. Kerusakan banyak terjadi pada penggunaan lahan bukan pertanian, terutama pada pemukiman penduduk. | id |