Pengujian WSF(Water Stimulating Feed) terhadap pertumbuhan padi IR-64 dan dinamika populasi mikrob di Desa Margajaya, Kecamatan Darmaga Bogor
View/ Open
Date
2007Author
Riskriana, Tia
Widyastuti, Rahayu
Hazra, H.Fahrizal
Metadata
Show full item recordAbstract
Peningkatan produksi padi biasanya diikuti dengan kebutuhan akan penggunaan pupuk. Salah satu produk baru yang ditemukan Umar Hasan Saputra yaitu WSF. Produk WSF ini diklaim oleh penemunya, mampu meningkatkan penyerapan unsur hara tanaman, mengaktifkan organisme dalam tanah, menekan hama penggerek batang, menghemat pemakaian air dan menghemat penggunaan pupuk anorganik yang biasanya digunakan oleh petani. Namun disisi lain produk WSF ini belum memiliki izin resmi dari Departemen Pertanian karena belum dilakukan pengujian dan penelitian terhadap kualitas mutu dan efektifitas WSF sehingga perlu ada penelitian ilmiah untuk menjawab apakah betul WSF ini secara ilmiah benar adanya. Tujuan dari penelitian ini untuk menguji pengaruh WSF terhadap pertumbuhan padi dan dinamika populasi mikrob tanah yaitu total mikrob dan total fungi pada tanaman padi di Desa Margajaya, Kecamatan
Darmaga, Bogor. Penelitian ini dilakukan di lahan sawah milik petani di Desa Margajaya Kecamatan Darmaga, Bogor. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga (3) perlakuan dan 4 ulangan. Faktor perlakuan yang diteliti adalah A-100% N-P-K (Kontrol), B- 50% N-P-K+100% WSF, C- 100% WSF. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini benih padi IR 64 dan pemberian pupuk anorganik (N-P-K) yaitu 250 kg Urea /ha, 100 kg SP-36/ha, 100 kg KCI /ha dan produk WSF padat dan cair yaitu dengan perbandingan: (45.03 tepung): (76.5 ml cair): 15000 ml air untuk luasan 200-250 m² (sesuai anjuran WSF)
Hasil penelitian menunjukkan secara umum perlakuan A, B dan C tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap semua parameter pertumbuhan, kecuali pada tinggi tanaman pada umur 6 MST dan jumlah anakan 6,7 dan 9 MST dimana perlakuan 100% NPK secara signifikan lebih tinggi dibandingkan perlakuan WSF. Pemberian WSF tidak mampu menghasilkan populasi mikrob dan populasi fungi tanah yang lebih tinggi dibandingkan NPK. Secara umum perlakuan WSF tidak memberikan hasil yang lebih tinggi dibandingkan NPK.

