Suatu studi labolatoris dan biologis terhadap biji kecipir sebagai bahan makanan ayam ras

Date
1986Author
Samosir, D.J.
Sastradipradja, Djokowoerjo
Sugandi, Dawan
Sutardi, Toha
D.T.H. Sihombing
Metadata
Show full item recordAbstract
Suatu studi laboratoris dan biologis terhadap biji kecipir telah dilakukan di Laboratorium Ilmu Produksi Ternak Unggas, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap pada tahun 1984 dan tahun 1985. Tujuan penelitian ialah untuk mencoba kemungkinan pencampuran tepung biji kecipir di dalam ransum ayam ras pedaging (broiler),
Pada studi laboratoris, biji-biji kecipir menerima perlakuan perendaman di dalam bahan kimia basa dan asam, perendaman di dalam air dan perebusan serta pemanasan basah dan kering. Perlakuan lainnya ialah mempersiapkan biji kecipir menjadi tempe dan silase kecipir. Kemudian, kandungan anti tripsin dari semua sampel yang telah menerima perlakuan diukur dengan menggunakan spektrofotometer.
Berdasarkan hasil studi laboratoris, yaitu setelah mengetahui kandungan anti tripsin dari semua sampel yang dianalisis, dilakukanlah studi biologis. Perlakuan yang paling efektif untuk memusnahkan anti tripsin biji kecipir dipilih sebagai perlakuan untuk mempersiapkan tepung biji kecipir yang akan dicampurkan ke dalam ransum. Pada studi biologis ini, digunakan ayam-ayam ras pedaging (broiler) sebagai hewan-hewan percobaan. Performans serta respons berbagai organ-organ tubuh, digunakan sebagai tolok ukur pengaruh penambahan tepung biji kecipir ke dalam ransum ayam-ayam ras percobaan.
Dari hasil penelitian ini, dapatlah diambil kesimpulan-kesimpulan sebagai berikut:
1. Perlakuan perendaman di dalam air tidak banyak berperanan untuk menurunkan kandungan anti tripsin biji kecipir. Walaupun direndam hingga 15 jam, ternyata penurunan anti tripsinnya hanya sekitar 7.46 persen.
2. Faktor lamanya perebusan berperanan sangat nyata (P<0.01) untuk menurunkan kandungan anti tripsin biji kecipir. Pada perebusan selama 50 menit setelah direndam selama 15 jam di dalam air, maka penurunan anti tripsin biji kecipir adalah sekitar 94.86 persen (dari 12 786.93 TIU/g menjadi 657.09 TIU/g),
3. Pada pemanasan kering di dalam oven, penurunan anti tripsin biji kecipir adalah sekitar 79.46 persen, setelah dipanaskan selama 20 menit pada suhu 130°C. Jika dipanaskan dalam waktu yang lebih lama, maka warna tepung biji kecipir berubah menjadi coklat atau hitam seperti bubuk kopi. ...
Collections
- DT - Animal Science [366]

