Pengaruh ekstrak daun bunga pukul empat, Mirabilis jalapa L. terhadap infeksi cucumber mosaic virus pada tanaman cabai, Capsicum annuum L.
Abstract
Cabai merupakan salah satu komoditas ekspor sayuran penting di Indonesia. Dalam pembudidayaan cabai, banyak kendala yang dihadapi. Salah satu kendala tersebut adanya penyakit yang disebabkan cucumber mosaic virus (CMV). Penyakit ini diduga bisa dikendalikan dengan menggunakan ekstrak daun bunga pukul empat (Mirabilis jalapa), karena tanaman ini mengandung mirabilis antiviral protein (MAP) yang dapat menghambat pertumbuhan virus. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh ekstrak daun M. jalapa terhadap infeksi CMV pada tanaman cabai. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan alternatif pengendalian baru yang dapat melindungi tanaman cabai dari infeksi CMV. Daun M. jalapa diekstrak dengan bufer fosfat dengan konsentrasi 1:5, 1:25, dan 1:125 (g/ml), Ekstrak tersebut disemprot ke tanaman cabai schat. Lalu daun cabai dinokulasi CMV secara mekanis pada hari ke-1, 3, 6, 9, 12, dan 15 setelah aplikasi ekstrak. Pengamatan dilakukan setiap hari selama dua minggu. Parameter yang diamati yaitu masa inkubasi, persen penghambatan penyakit, dan tinggi tanaman. Untuk mendeteksi adanya virus digunakan DAS-ELISA. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap 2 faktor (konsentrasi dan hari inokulasi) dengan empat perlakuan (kontrol, 15, 125, dan 1:125 (g/ml)) dan lima ulangan. Data diolah dengan menggunakan uji nilai tengah Duncan (95%)
dengan program SAS. Tanaman yang terinfeksi menunjukkan gejala mosaik. Tanaman yang paling banyak menunjukkan gejala ini adalah tanaman kontrol yang tidak diberi ekstrak M Jalapa Ekstrak daun M. jalapa dengan konsentrasi 1:5 (g/ml) dapat menurunkan kejadian penyakit sampai 20% pada inokulasi hari pertama setelah aplikasi ekstrak daun Md. jalapa (hsa), tetapi mencapai 100% pada 15 hsa Sedangkan pada konsentrasi 1:25 dan 1:125 (g/ml) masing-masing hanya sampai 40% dan 60% pada 1 hsa, dan mencapai 100% masing-masing pada 12 hsa dan 9 hsa. Hal ini juga mempengaruhi pertumbuhan tinggi tanaman. Tanaman yang paling tinggi yaitu tanaman yang diberi perlakuan ekstrak daun M. jalapa dengan konsentrasi 1: 5 (g/ml) kemudian diikuti 1:25 (g/ml) dan1:125 (g/ml). Tetapi tidak berpengaruh terhadap masa inkubasi. Kesimpulan yang diperoleh yaitu ekstrak daun M jalapa pada konsentrasi 1:5 (g/ml) cukup efektif digunakan untuk menghambat infeksi CMV atau mengurangi kejadian penyakit pada tanaman cabai Kemampuan penghambatan infeksi CMV oleh ekstrak daun M. jalapa sangat menurun setelah sehari aplikasi.
Collections
- UT - Plant Protection [2516]
