Show simple item record

dc.contributor.advisorRachman, Endang
dc.contributor.authorIrmayeni, Devi
dc.date.accessioned2023-10-27T01:30:36Z
dc.date.available2023-10-27T01:30:36Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/128828
dc.description.abstractTripsin adalah salah satu enzim yang disekresi oleh pankreas yang berfungsi untuk memecah rantai protein guna penyerapan protein lebih lanjut pada usus. Demikian pentingnya tripsin dalam saluran pencemaan sehingga jika enztm m1 terganggu maka mengakibatkan tidak efisiennya konversi pakan. Dalam penelitian ini digunakan sampel feses seekor sapi FH, betina dan berumur 2 tahun. Sampel feses dibagi atas 3 perlakuan penyimpanan yaitu penyimpanan pada suhu 27°C , suhu 4°C dan suhu 18°C. Setiap hari dilakukan pemeriksaan dengan metode uji gelatin terhadap sampel feses tersehut guna melihat suhu yang paling baik untuk penyimpanan sampel feses tersebut. Dari basil penelitian terhadap sampel feses yang disimpan pada beberapa tingkat suhu penyimpanan maka dapat disimpulkan bahwa penyimpanan pada suhu dingin yaitu 4°C adalah suhu penyimpanan yang terbaik. Hal ini disebabkan oleb pertumbuhan bakteri yang dapat mengganggu hasil penelitian dapat dihambat bahkan dimatikan. Faktor pendukung lain adalah sifat dari tripsin pada suhu penyimpanan ini (4°C) tidak berubah. Penyimpanan pada suhu beku yaitu 18°C memberikan basil yang kurang baik karena terjadi perubahan struktur dari enzim tripsin yang disebabkan oleh lingkungan yang sangat dingin. Sedangkan penyimpanan pada suhu kamar juga memberikan hasil yang kurang baik, hal ini disebabkan oleh pertumbuhan bakteri pengganggu.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcFeses sapiid
dc.subject.ddcEnzim tripsinid
dc.titlePengaruh Suhu Penyimpanan Terhadap Aktifitas Enzim Tripsin pada Feses Sapiid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record