| dc.contributor.advisor | Djuwita, Ita | |
| dc.contributor.author | Harlystiarini | |
| dc.date.accessioned | 2023-10-27T00:45:58Z | |
| dc.date.available | 2023-10-27T00:45:58Z | |
| dc.date.issued | 2010 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/128751 | |
| dc.description.abstract | Penelitian yang dilakukan berupa kultur in vitro sel-sel fibroblas fetus
tikus menggunakan Dulbeccos’ Modified Eagle Medium yang dimodifikasi
dengan penambahan 3mM natrium bikarbonat, 10% fetal calf serum, dan 50
μg/ml gentamisin (mDMEM) di dalam inkubator CO2 pada suhu 37ºC. Evaluasi
dilakukan terhadap tingkat proliferasi dan produksi protein setelah beberapa
pasase. Pertumbuhan sel-sel fibroblas diidentifikasi melalui pengamatan
morfologi. Tingkat proliferasi sel ditentukan berdasarkan population doubling
time (PDT) dengan menghitung jumlah sel pada setiap pasase menggunakan
hemositometer Improved Neubauer. Identifikasi protein dilakukan dengan metode
Sodium Dodecyl Sulfate Polyacrylamide Gel Electrophoresis (SDS-PAGE).
Berdasarkan pengamatan morfologi, sel yang berkembang di dalam kultur in vitro
adalah sel fibrosit dan sel fibroblas dan memperlihatkan peningkatan homogenitas
setelah beberapa pasase. Berdasarkan nilai PDT, tingkat proliferasi sel juga
meningkat seiring pasase. Sel fibroblas juga tetap mensekresikan protein hingga
pasase 9 berdasarkan hasil elektroforesis. Dengan demikian dapat disimpulkan
bahwa pertumbuhan dan sekresi protein dari kultur in vitro sel-sel fibroblas bisa
dipertahankan sampai 9 pasase. | id |
| dc.language.iso | id | id |
| dc.publisher | IPB Universty | id |
| dc.subject.ddc | Veterinary science | id |
| dc.subject.ddc | Anatomy, physiology and pharmacology | id |
| dc.title | Kultur in vitro sel-sel fibroblas fetus tikus | id |
| dc.type | Undergraduate Thesis | id |
| dc.subject.keyword | Kultur sel | id |
| dc.subject.keyword | Fibroblas | id |
| dc.subject.keyword | Bogor Agricultural University | id |