| dc.description.abstract | Sejak permulaan Pelita I, Pemerintah telah melaksanakan rehabilitasi dan pembangunan jaringan-jaringan irigasi. Bersamaan dengan itu, berbagai upaya untuk memajukan Eksploitasi dan Pemeliharaan (E & P) jaringan juga dilakukan. Salah satu masalah mendasar yang dihadapi di dalam kegiatan-kegiatan di atas adalah kurangnya dukungan, petani terutama di dalam E & P jaringan-jaringan yang baru direhabilitasi atau dibangun. Upaya-upaya untuk membina petani telah dilakukan, namun hasilnya tidak seperti yang diharapkan.
Direktorat Irigasi II mencoba suatu pendekatan baru di dalam pembangunan jaringan irigasi tersier, melalui Pilot Proyek yang disebut Proyek Peranserta. Di dalam setiap tahap pembangunan jaringan tersier itu petani dilibatkan, dan keterlibatan ini diharapkan akan "menumbuhkan rasa memiliki, sehingga petani akan terdorong untuk memanfaatkan serta memeliharanya dengan baik."
Pilot Proyek tersebut dilaksanakan di dua kabupaten di Jawa Timur, yaitu Ponorogo dan Ngawi. Keduanya termasuk daerah kerja dari Proyek Irigasi (Progasi) Madiun. Pada mulanya Pilot Proyek direncanakan berlangsung selama dua tahun, yaitu dari bulan Agustus 1983 sampai dengan Agustus 1985, akan tetapi oleh karena pembinaan petani di dalam melaksanakan E & P dipandang perlu diperpanjang, maka Pilot Proyek dilanjutkan hingga bulan Februari 1987.
Penelitian ini bermaksud untuk:
(1) mempelajari berbagai faktor yang mempengaruhi minat dan kesediaan petani untuk memberikan sumbangannya di dalam pembangunan dan pengelolaan irigasi,
(2) mengamati perubahan-perubahan yang terjadi dalam hal minat dan kesediaan itu melalui keterlibatan mereka di dalam pembangunan jaringan irigasi,
(3) mengemukakan perubahan-perubahan yang perlu dilakukan baik di lingkungan birokrasi pelaksana pembangunan jaringan irigasi maupun di lingkungan petani guna menumbuhkan minat dan kesediaan petani untuk memberikan sumbangannya di dalam pem-bangunan dan pengelolaan irigasi di waktu-waktu yang akan datang. … | |