Show simple item record

dc.contributor.advisorRuhendi, Surdiding
dc.contributor.authorMirardi, Isran
dc.date.accessioned2023-10-25T08:31:08Z
dc.date.available2023-10-25T08:31:08Z
dc.date.issued2010
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/128295
dc.description.abstractDalam proses pengolahan sagu, masyarakat umumnya hanya mengambil 20-25 % pati sagu dari batang sagu, sedangkan 75-80 % merupakan limbah yang menebarkan bau busuk dan mengganggu lingkungan sekitar. Limbah industri yang dihasilkan dari proses pengolahan sagu yaitu limbah padat berupa kulit batang dan ampas sisa perasan sagu yang sampai saat ini belum banyak dimanfaatkan, bahkan dibiarkan menggunung dan mencemari lingkungan. Oleh karena itu, pemanfaatan kembali limbah tersebut dimaksudkan agar dapat memberi nilai tambah dan keuntungan ganda dari limbah sagu tersebut. Salah satu cara adalah membuatnya menjadi papan partikel karena limbah tersebut termasuk ke dalam bahan berlignoselulosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas papan partikel dari komposisi partikel limbah sagu yang berbeda dan untuk mengetahui pengaruh kadar perekat UF dan waktu pengempaan terhadap sifat fisis dan mekanis papan partikel. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah partikel ampas dan kulit sagu dengan ukuran 20-60 mesh. Partikel sagu dipisahkan menjadi 3 bagian yaitu 100 % ampas, campuran 50 % ampas dengan 50 % kulit dan 100 % kulit. Perekat yang digunakan dalam penelitian ini adalah UF (Urea Formaldehyde) dengan kadar 5 %, 10 %, dan 15 % dan waktu pengempaan 10 menit dan 15 menit. Sifat fisis dan mekanis yang diuji yaitu kerapatan, kadar air, daya serap air, pengembangan tebal, keteguhan patah (MOR), keteguhan lentur (MOE), keteguhan rekat internal, dan kuat pegang sekrup. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa papan partikel yang menggunakan kulit sagu memiliki sifat fisis papan partikel yang lebih baik dibandingkan dengan papan partikel yang menggunakan ampas sagu, sedangkan untuk sifat mekanisnya papan partikel yang menggunakan ampas cenderung lebih baik. Peningkatan kadar perekat UF memberikan pengaruh terhadap sifat fisis dan mekanis papan partikel dari limbah sagu. Waktu pengempaan 10 menit - 15 menit tidak berpengaruh terhadap sifat fisis dan mekanis papan partikel. Berdasarkan hasil pengujian kerapatan dan kadar air, semua papan partikel memenuhi standar JIS A 5908-2003. Berdasarkan hasil pengujian pengembangan tebal dan keteguhan lentur, semua papan partikel tidak memenuhi standar JIS A 5908-2003. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa semua papan partikel yang telah diuji tidak memenuhi standar JIS A 5908-2003.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universtyid
dc.subject.ddcForestryid
dc.subject.ddcForest product technologyid
dc.titleSifat fisis dan mekanis papan partikel limbah padat pengolahan sagu (Metroxylon sp.)id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordMetroxylon filareaid
dc.subject.keywordMetroxylon sagus rottbolid
dc.subject.keywordUrea formaldehydeid
dc.subject.keywordBogor Agricultural Universityid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record