Studi Tentang Perusahaan Pengolahan Kayu Rakyat (Studi Kasus di CV Mataram lndah, Dusun Sambiroto Kelurahan Purwomartani, Kecamatan Kalasan Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta)
View/ Open
Date
2005Author
Harjanto, Agus
Sudaryanto
Massijaya, Muh. Yusram
Metadata
Show full item recordAbstract
Menurut Direktur Penghijauan dan Perhutanan Sosial ( 1995), kayu rakyat yang sebelumnya
banyak digunakan untuk papan-papan sebagai bahan pembuatan kotak sabun, kotak kecap, sekarang
ini banyak dipergunakan sebagai bahan baku industri baik industri pengolahan kayu (kayu lamina,
plywood, meubel) dan industri-industri yang memerlukan energi dari kayu (industri batu bata dan
genting, industri kapur). Kebutuhan kayu bu lat untuk industri pengolahan kayu sekitar 41,2 juta m3
di mana hutan rakyat sebagai sumber bahan baku industri memiliki kontribusi sebesar 8,7 juta m3
(21,11%).
Rusolono ( 1986) dalam Sudirman (2001) menyatakan bahwa profil industri perkayuan
dibentuk oleh empat komponen yaitu komponen bahan baku, komponen industri, komponen
distribusi dan konsumsi serta komponen perangkat penunjang. Untuk itu diperlukan suatu studi untuk
mengetahui sejauh mana kegiatan pengolahan kayu berbahan baku kayu rakyat yang dilakukan oleh
perusahaan dapat berjalan serta sejauh mana keuntungan yang didapatkan perusahaan yang
menggunakan kayu rakyat tersebut. lnformasi yang didapat diharapkan dapat menjadi masukan
dalam pengembangan perusahaan. Selain itu akan meningkatkan kepercayaan diri masyarakat sebagai
sumber utama bahan baku industri, sehingga tercipta suatu kesinambungan antara masyarakat dan
pihak perusahaan pengelola.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan pada perusahaan pengolahan kayu rakyat
yang meliputi pengadaan bahan baku, produksi dan pemasaran produk serta untuk mengetahui tingkat
profitabilitas perusahaan dan prospek usaha pengolahan kayu rakyat di masa mendatang. Sehingga
diharapkan penelitian ini dapat bennanfaat sebagai media laporan untuk memahami dan menganalisis
permasalahan dalam perusahaan dan sebagai bahan masukan bagi perusahaan dalam
mengembangkan usahanya.
Penelitian dilaksanakan di perusahaan industri papan Iaminasi CV. Mataram lndah yang
terletak di Dusun Sambiroto, Kelurahan Purwomartani Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman,
Provinsi Daerah lstimewa Yogyakarta. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data hasil
wawancara dengan manajer dan karyawan perusahaan, arsip perusahaan serta pengamatan langsung
di lapangan. Data dan informasi yang terkumpul diolah dalam bentuk tabulasi untuk dianalisis secara
deskriptifmengenai keadaan yang terjadi di perusahaan.
Hasil penelitian memberikan gambaran rnengenai struktur kekayaan CV. Matararn lndah
yaitu modal yang digunakan perusahaan adalah modal pribadi. Nilai total investasi pada awal
pendirian perusahaan adalah sebesar Rp. 500.000.000 dan berkembang hingga bulan Desember 2003
dengan nilai investasi Rp. 1.267.443.100. lnvestasi tersebut berupa tanah dan bangunan, mesin dan
peralatan, alat transportasi, barang inventaris dan perlengkapan pabrik. Struktur kekayaan yang
dimiliki perusahaan adalah 52,86% atau sebesar Rp. 1.075.033.924 merupakan aktiva lancar dan
47,14% atau sebesar Rp. 958.626.581 merupakan aktiva tetap dengan 100% merupakan modal
sendiri (tanpa modal pihak lain).
Perusahaan menggunakan kayu Sengon dan kayu Pinus sebagai bahan baku dalam proses
industri untuk memproduksi produknya. Untuk mencari pembelian bahan baku yang optimal
digunakan metode EOQ (Economic Order Quantity). Volume bahan baku yang dibeli selama tahun
2003 adalah sebanyak 5.754,212 m3 dengan frekuensi pembelian sebanyak 48 kali pembelian,
sehingga rata-rata volume yang dibeli setiap kali pembelian adalah sebesar I 19,879 m3• Berdasarkan
perhitungan EOQ didapatkan angka jumlah pembelian yang optimal adalah 145,986 m 3 dengan
pembelian sebanyak 40 kali. Proses produksi papan laminasi dilakukan melalui beberapa tahapan kegiatan mulai dari penggergajian log, pengeringan, penyerutan, cross cut, pengeleman, pengepressan, sazing (pemotongaan sesuai ukuran yang diinginkan), pengamplasan, pengepakan hingga barang siap
ekspor. Besarnya biaya produksi untuk kayu Pinus adalah Rp. 2.558.268 /m3, sedangkan untuk kayu
Sengon, biaya produksi yang harus dikeluarkan adalah sebesar Rp. 1.864.055 /m3• Besarnya biaya
produks i rata-rata perusahaan adalah Rp. 2.226.162/m3, terdiri dari biaya tetap sebesar Rp. 576.118
/m3 dan biaya variabel sebesar l.650.044 /m3. Rasio leverage dan solvabilitas digunakan untuk mengetahui sejauh mana kegiatan dibiayai oleh hutang. Rasio solvabilitas perusahaan menunjukkan angka yang besar yaitu 864%. Sedangkan rasio hutangnya menunjukkan angka 0, 11 atau lebih kecil dari I. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan merniliki kekayaan yang lebih besar daripada seluruh hutang-hutangnya, baik hutang jangka pendek maupun hutangjangka panjangnya. Sehingga perusahaan dapat dikatakan solvabel.
ROI digunakan untuk mengetahui tingkat pengembalian investasi dan mengevaluasi kinerja
perusahaan. ROI yang dimiliki perusahaan adalah 22,57 %. Dari sisi efektifitas manajemen dalam
mengelola perusahaan bisa dilihat dari persentase rasio keuntungannya atau Return on Equity (ROE)nya.
ROE yang dimiliki perusahaan mencapai 22,5 l %. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan dapat
dikatakan efektif dalam melaksanakan kegiatannya dan mampu menghasilkan keuntungan.
Rentabilitas perusahaan perlu ditingkatkan dengan cara meningkatkan marjin laba
perusahaan dan tingkat perputaran aktiva usaha. Marjin laba perusahaan sebesar 1,76% menunjukkan
bahwa perusahaan dijalankan dengan kurang efisien. Sehingga perlu upaya untuk meningkatkan laba
perusahaan dengan menekan biaya usaha dan menambah jumlah produksi serta pengoptimalan fungsi
produksi yang lain. Sedangkan tingkat perputaran aktiva usaha (net operating assets) dapat ditekan
dengan cara mengurangi jumlah aktiva lancar yang digunakan sebagai modal kerja perusahaan.
Collections
- UT - Forest Management [3207]
