| dc.description.abstract | Hutan merupakan suatu ekosistem yang merupakan hasil interaksi dari faktor-faktor biotik dan abiotik. Hutan dengan segala kekayaan yang terkandung didalamnya merupakan salah satu sumberdaya alam yang dikaruniakan Tuhan Yang Maha Esa untuk dijaga dan dimanfaatkan secara lestari.
Pengambilan manfaat dari hutan akan dapat berjalan dengan lestari apabila informasi mengenai keberadaan hutan di ketahui dengan baik. Informasi mengenai komposisi jenis dan struktur tegakan dari hutan merupakan salah satu pengetahuan atau informasi yang dapat dijadikan dasar dalam proses pengelolaan hutan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur dan komposisi jenis pohon pada tegakan hutan hujan tropika Gunung Slamet yang dapat digunakan untuk menerangkan sebaran individu tumbuhan dalam tegakan, sehingga dapat menduga kerapatan tegakan dan mengetahui stratifikasi tegakan pada berbagai luasan areal dalam ketinggian yang berbeda. Obyek penelitian ini adalah tegakan hutan hujan tropika yang ada di Gunung Slamet Baturaden, Banyumas Jawa Tengah.
Pengambilan data dilakukan dengan analisis vegetasi. Petak contoh yang digunakan merupakan metode kombinasi antara cara jalur dan cara garis berpetak. Pengambilan contoh dilakukan dengan cara nested sampling yaitu 20 m x 20 m untuk tingkat pohon, 10 m x 10 m untuk tingkat tiang, 5 mx 5 m untuk tingkat pancang dan 2 m x 2 m untuk tingkat semai.
Untuk tingkat semai nilai indeks dominansi pada ketinggian 1500 m dp! (0.087) lebih tinggi dibanding dengan nilai indeks dominansi pada ketinggian 2000 m dpl (0,057) dan 2500 m dpl (0.081). Sebaliknya untuk nilai indeks kemerataaan jenis dimana pada ketinggian 2500 m dpl memiliki nilai indeks kemerataan lebih tinggi yaitu sebesar 0,965 tidak terpaut jauh dengan nilai indeks kemerataan jenis pada ketinggiam 2000 m dpl sebesar 0,963 sedangkan pada ketinggian 1500 m dpl nilai indeks kemerataannya sebesar 0,898
Untuk tingkat pancang, nilai indeks dominansi tertinggi pada ketinggian 1500 m dpl yaitu sebesar 0,099 dengan nilai indeks kemerataan terendah (0,915). Pada ketinggian 2000 m dpl nilai indeks dominansinya yaitu 0,053 (merupakan nilai terendah) dan nilai indeks kemerataannya 0,980. Indeks kemerataan tertinggi berada pada ketinggian 2500 m dpl yaitu 1,036 dengan nilai indeks dominansin yasebesar 0,065.
Pada tingkat tiang nilai indeks dominansinya tertinggi terdapat pada ketinggian 2500 m dpl yaitu 0.091 dengan nilai indeks kemerataan sebesar 0,871. Nitai indeks dominansi pada ketinggian 2000 m dpl merupakan nilai indeks yang terendah dibandingkan dengan ketinggian yang lainnya yaitu 0,063 namun nilai indeks kemerataannya terbesar dibanding dengan ketinggian lainnya yaitu 0,916. Sedangkan untuk nilai indeks dominansi pada ketinggian 1500 m dpl sebesar 0,069 dengan nilai indeks kemerataannya sebesar 0,876. ... | id |