Show simple item record

dc.contributor.advisorMulyani, Yeni Aryati
dc.contributor.advisorGinoga, Lin Nuriah
dc.contributor.authorMunandar, Haris
dc.date.accessioned2023-10-24T14:15:18Z
dc.date.available2023-10-24T14:15:18Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/127966
dc.description.abstractPenelitian-penelitian sebelumnya yang telah dilakukan di Kampus IPB Darmaga menunjukkan bahwa keanekaragaman burung yang tinggi di lokasi tersebut berhubungan dengan keanekaragaman tipe habitat. Penelitian-penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa kelompok guild dominan adalah burung pemakan serangga. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara keanekaragaman burung dan kelimpahan serangga di tiga tipe habitat: tegakan karet, semak berpohon jarang dan tegakan campuran di arboretum. Penelitian ini dilakukan pada bulan September dan Oktober 2014. Data burung dikumpulkan dengan menggunakan metode titik hitung sementara contoh serangga diambil menggunakan jaring serangga (sweep net). Sebanyak 32 spesies burung tercatat selama penelitian. Keragaman tertinggi terdapat di habitat semak berpohon jarang (H '= 2.83), diikuti oleh tegakan karet (H' = 2.59) dan tegakan campuran di arboretum (H '= 2.47). Kelimpahan serangga tertinggi ditemukan di habitat semak berpohon jarang (317 individu), diikuti oleh tegakan karet (158 individu), dan arboretum al-hurriyyah (58 individu). Tampak ada korelasi antara keanekaragaman burung dan kelimpahan serangga, meskipun penelitian lanjutan yang lebih mendalam diperlukan untuk memastikan hubungan tersebut.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agriculture University (IPB)id
dc.subject.ddcForestryid
dc.subject.ddcConservation of Forest Resources and Ecotourismid
dc.titlePemanfaatan habitat oleh burung di kampus IPB Darmaga dan hubungannya dengan kelimpahan seranggaid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordDiversityid
dc.subject.keywordInsectsid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record