Show simple item record

dc.contributor.authorBelladonna
dc.date.accessioned2010-05-05T12:17:20Z
dc.date.available2010-05-05T12:17:20Z
dc.date.issued2002
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/12789
dc.description.abstractPemenuhan kebutuhan protein terutama protein hewani sangatlah penting untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Oleh karena itu dalam upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat akan protein hewani diantaranya dapat dilakukan dengan meningkatkan populasi temak, kualitas temak, pencegahan dan penanggulangan penyakit. Salah satu penyakit yang selama ini menjadi masalah di usaha petemakan ayam adalah koksidiosis. Koksidiosis sekum yang disebut juga penyakit berak darah pada ayam disebabkan oleh parasit protozoa dari famili Eimeriidae. Koksidiosis sekum disebabkan oleh spesies Eimeria tenella yang merupakan coccidia paling patogen pada ayam karena menyebabkan diare berdarah dan kematian (Levine, 1978 dalam Ashadi, 1990). Berbagai cara telah dilakukan untuk menanggulangi koksidiosis diantaranya dengan penggunaan obat anticoccidia (Sulfaquinoksalin). Pengobatan secara terus menerus dan dalam jangka waktu yang lama akan menimbulkan galur-galur coccidia yang resisten terhadap obat. Oleh karena itu diperlukan obat altematif pengganti preparat sulfa dengan tanaman obat seperti anting-anting (Acalypha indica 1.). Tanaman anting-anting (Acalypha indica 1.) berkhasiat untuk pengobatan disentri amuba, diare, muntah darah, mimisan, berak darah, kencing darah dan malaria (Wijayakusuma, 1993). Hewan percobaan yang digunakan adalah 48 ekor ayam petelur umur 2 minggu dan dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan, yaitu kelompok dengan pemberian infus anting-anting (Acalypha indica 1.) dosis AI (dosis rendah), A2 (dosis sedang), A3 (dosis tinggi), obat sulfaquinoksalin, kontrol positif dan kontrol negatif. Pemberian obat dilakukan per oral dengan menggunakan metoda 3-2-3 (tiga hari diberi obat, dua hari dihentikan, tiga hari kemudian diberi obat ). Pengamatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penghitungan jumlah ookista, skizon, makrogamet dan mikrogamet pada hari ke-6 dan hari ke-18 setelah infeksi dari jaringan sekum ayam yang dibuat preparat histopatologi dan diperiksa secara mikroskopis dengan pembesaran 400x. Dari hasil pengamatan diketahui bahwa pemberian infus herba anting-anting (Acalypha indica 1.) efektif pada dosis AI (dosis rendah) karena pada dosis ini menunjukan penurunan jumlah ookista, skizon, makrogamet dan mikrogamet pada jaringan sekum ayam.id
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titlePengaruh Pemberian Infus Herba AntingAnting (Acalypha indica 1.) Terhadap Jumlah Ookista, Skizon, Makrogamet Dan Mikrogamet Eimeria tenella Pada Sekum Ayamid
dc.typeThesisid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record