| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk; (1) mempelajari keragaman KUD-KUD dalam masing-masing kelompok yang ditentukan, (2) mempelajari faktor-faktor pembeda dari setiap kelompok KUD yang telah ditentukan, (3) membandingkan hasil pengelompokan yang dilakukan oleh Departemen Koperasi dengan pengelompokan yang ditempuh dengan menggunakan analisis diskriminan dan analisis gerombol.
Penelitian ini memakai data sekunder dari Kantor Departemen Koperasi Kabupaten Bekasi, Karawang, Subang, Indramayu dan Cirebon. Data yang digunakan merupakan data hasil klasifikasi koperasi tahun 1985, dengan satuan contoh yang digunakan sebanyak 62 KUD. Metode analisis data digunakan analisis diskriminan dan analisis gerombol, dengan menggunakan 14 peubah versi 1 dan 13 peubah versi 2. Peubah-peubah versi 1 merupakan sub aspek ; keanggotaan (X1), kepengurusan (X2), badan pemeriksa (X3), rapat anggota tahunan (X4), ketatalaksanaan (X5), pendidikan (X6), per- modalan (X7), keuangan (Xg), unit usaha (X9), sarana usaha (X10), kekompakan pengurus (X11), manajer/direksi (X12), tunggakan (X1), dan kasus-kasus (X14). Sedangkan peubah versi 2 terdiri dari jumlah anggota penuh (Y1), perbandingan jumlah pengurus dengan jumlah anggota penuh (Y2), persentase simpanan pokok yang
masuk (Y3), persentase simpanan wajib yang masuk (Y4), rataan simpanan sukarela untuk anggota penuh (Y5), perkembangan sisa hasil usaha (Y6), realisasi rencana kegiatan (Y7), rataan sisa hasil usaha untuk anggota penuh (Yg), rentabilitas (Yg), perputaran penggunaan modal kerja (Y10), kemampuan permodalan (Y11), perkembangan cadangan modal (Y12), perbandingan sisa hasil usaha dengan volume usaha (Y13).
Unive Berdasarkan hasil yang diperoleh dengan menggunakan koefisien keragaman untuk peubah versi 1, ternyata baik untuk skor total maupun untuk skor setiap aspek dan sub aspek, klas C menunjukkan kelompok yang paling beragam dan klas A lebih merata (homogen) di antara ketiga klas tersebut. Hal ini juga nampak dari hasil plot kotak dan garis untuk setiap peubah versi 1 atau setiap sub aspek.
Hasil analisis dengan menggunakan analisis diskriminan un- tuk peubah versi 1 memperoleh peluang salah klasifikasi lebih kecil dibandingkan dengan peubah versi 2. Untuk peubah versi 1, fungsi diskriminan pertama jauh lebih dominan dibandingkan dengan fungsi diskriminan kedua. ... | id |