| dc.description.abstract | Meskipun teori-teori dan hasil-hasil penelitian memperlihatkan bahwa usahatani konservasi mampu
mempertahankan dan meningkatkan produktivitas lahan, tetapi di lapangan usaha konservasi tanah
belum sepenuhnya dapat diterima oleh petani. Teknologi konservasi dapat diterima petani dan terjaga
kelangsungannya jika petani menguasai teknologi yang diperlukan, sesuai dengan daya dukung
sumberdaya yang dimilikinya, serta manfaatnya secara nyata dapat dirasakan.
Masalah utama yang dihadapi di kawasan hulu DAS Cimanuk adalah menurunnya
kesuburan tanah, meningkatnya derajat erosi tanah dan de: radasi lahan yang secara keseluruhan
berdampak negatif terhadap pendapatan petani itu sendiri dan wilayah sekitar terutama kawasan hilir
DAS. Tingkat erosi tanah dipengaruhi oleh pola penutupan dan penggunaan lahan yang ada di wilayah
yang bersangkutan. Petani akarwangi di daerah Garut adalah petani tradisional yang turun-temurun
dimana para petani belum sepenuhnya menerapkan upaya-upaya konservasi tanah dan air. Usahatani
akarwangi di lahan kering yang tidak terkonservasi merupakan salah satu penyebab tingginya tingkat
erosi di DAS Cimanuk.
Tujuan penelitian ini adalah: optimalisasi penggunaan lahan tegalan untuk pertanaman
akarwangi di beberapa Sub DAS di kawasan huh, DAS Cimanuk; memprediksi dampak pola penggunaan lahan tegalan dan usahatani akarwangi konservasi terhadap tingkat kesejahteraan petani; dan memprediksi perkembangan wilayah kawasan hulu DAS Cimanuk sebagai akibat penataan penggunaan lahan dan usahatani akarwangi konservasi. | id |