Pengaruh Proporsi Campuran Serbuk Kayu Gergajian dan Ampas Tebu terhadap Kualitas Papan Partikel yang Dihasilkannya
Abstract
Ampas tebu merupakan bahan yang berlignoselulosa, mengandung selulosa (32-48%), lignin (19-24%), pentosan (27-29%), silika (0,7-3,5%), dan abu (1,5-5%) sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku alternatif dalam pembuatan papan partikel. Salah satu keuntungan dari bagas adalah jarang bermasalah apabila digabungkan dengan sekumpulan bahan berserat lainnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari campuran serbuk kayu gergajian terhadap kualitas papan partikel ampas tebu. Penelitian ampas tebu sebagai bahan baku papan partikel telah dilakukan sebelumnya, namun kualitas papan yang dihasilkan belum memenuhi standar JIS A 5908-2003, hasil penelitian menyatakan bahwa kurangnya waktu kempa menyebabkan MOE papan partikel ampas tebu tidak memenuhi standar JIS A 5908-2003, oleh karena itu perlu adanya penambahan waktu kempa. Kadar perekat merupakan salah satu faktor yang menentukan kualitas papan partikel, karena dengan peningkatan kadar perekat maka kualitas papan partikel akan cenderung meningkat. Penelitian ini dimulai dengan penyiapan bahan baku ampas tebu dan serbuk kayu gergajian campuran (sengon, afrika, dan nangka) yang lolos dari saringan berukuran 20 mesh dan tertahan pada ukuran 60 mesh, kemudian dikeringkan pada suhu 103±2ºC hingga mencapai kadar air 2-4%. Sebelum partikel dicampur dengan perekat terlebih dahulu perekat dicampur dengan parafin. Perbandingan proporsi partikel ampas tebu dan serbuk kayu gergajian adalah 100% : 0%, 50% : 50%, dan 75% : 25%. Kadar perekat UF yang digunakan adalah 10%, 12%, dan 14% dari berat oven partikel. Pengempaan dilakukan pada suhu 140˚C dengan tekanan sebesar 25 kg/cm2 selama 12, 14, dan 16 menit. Setelah itu dilakukan pengkondisian selama 14 hari . Pengujian produk mengacu kepada Standar JIS A 5908-2003 Particleboard. Papan yang dihasilkan memiliki kerapatan rata-rata 0,6-0,7 g/cm³, kadar air 8-11%, daya serap air 36-115%, pengembangan tebal 10-33%, MOR 4-15 N/mm², MOE 528-1462 N/mm², IB 0,09-0,40 N/mm², dan kuat pegang sekrup 241-402 N. Kualitas papan partikel yang dihasilkan belum memenuhi standar JIS A 5908-2003. Kualitas papan partikel ampas tebu terbaik hasil penelitian terdapat pada papan partikel dengan campuran serbuk kayu gergajian 50%, kadar perekat 14%, dan waktu kempa selama 14 menit. Sifat-sifat papan partikel ampas tebu terbaik yang memenuhi standar JIS A 5908-2003 adalah kerapatan sebesar 0,6 g/cm³, kadar air 11%, pengembangan tebal 12%, MOR 8 N/mm², IB 0,34 N/mm², dan kuat pegang sekrup 402 N. Sedangkan nilai MOE 930 N/mm² dan emisi formaldehida 60 ppm, tidak memenuhi standar JIS A 5908-2003.
Collections
- UT - Forestry Products [2464]

