Show simple item record

dc.contributor.advisorWiroatmodjo, Joedojono
dc.contributor.advisorSoedarsono
dc.contributor.advisorYahya, Sudirman
dc.contributor.authorDinata, Ketut Kartha
dc.date.accessioned2023-10-17T00:40:02Z
dc.date.available2023-10-17T00:40:02Z
dc.date.issued1985
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/126663
dc.description.abstractTujuan penelitian ini adalah untuk menentukan seberapa jauh tingkat toleransi padi varietas Atomita II dan IR 32 terhadap lingkungan berkadar garam tinggi. Untuk maksud tersebut dilakukanlah percobaan penanaman padi varietas Atomita II dan IR 32 pada tiga tingkat salinitas yakni 0 ppm NaCl, 2 000 ppm NaCl dan 4 000 ppm NaCl. Percobaan faktorial dengan rancangan acak lengkap dilakukan di rumah kaca PBT, IPB, Bogor. Tekanan salinitas berpengaruh sangat nyata terhadap komponen-kom- ponen pertumbuhan dan hasil. Jumlah anakan maksimum menurun secara tajam dengan meningkatnya salinitas yaitu 37.2 anakan pada 0 ppm NaCl, 29.8 pada 2 000 ppm dan 22.7 anakan pada. 4 000 ppm NaCl. Salinitas menekan Laju Tumbuh Pertanaman, Laju Asimilasi Neto dan Laju Tumbuh Relatif, tetapi meningkatkan Nisbah Luas Daun. Dengan meningkatnya salinitas persentase penurunan berat kering jerami lebih rendah dari pada penurunan berat kering akar, sehingga dapat dikatakan bahwa pengaruh salinitas terhadap akar lebih besar dibanding terhadap pertumhan di atas tanah. Kandungan unsur, K, Na, dan Cl pada jaringan tanaman dan gabah sangat dipengaruhi oleh salinitas, di mana kandungan K cendrung menurun sedang Na dan Cl meningkat dengan bertambahnya konsentrasi NaCl. Peningkatan kandungan Na pada gabah cukup besar yaitu sebesar 83.38% pada 2 000 ppm NaCl dan 633.33% pada 4 000 ppm NaCl dibandingkan kontrol (0 ppm NaCl). Sedang kandungan Mg tidak banyak mengalami perubahan dengan meningkatnya salinitas baik pada jaringan tanaman maupun gabah. Persentase gabah hampa dan berat 100 butir gabah isi menurun dengan meningkatnya salinitas yang berpengaruh pada hasil gabah kering kadar air 14% yang diperoleh. Produksi gabah kering dengan kadar air 14% masing-masing adalah 63.740 g/pot pada 0 ppm NaCl, 34.998 pada 2 000 ppm dan 17.072 g/pot pada 4 000 ppm NaCl. Di antara varietas yang dicoba ternyata toleransi Atomita II terhadap lingkungan berkadar garam tinggi kurang pada stadia vegetatif dibanding IR 32, tetapi pada stadia generatif, Atomita II lebih toleran dibanding IR 32. Komponen pertumbuhan vegetatif dari Atomita II lebih banyak tertekan dengan meningkatnya salinitas dibanding IR 32 yaitu pada komponen jumlah daun, jumlah anakan maksimum per pot, Laju Tumbuh Pertanaman dan Laju Asimilasi Neto. Komponen hasil yang menonjol dari Atomita II adalah rendahnya persentase gabah hampa dan tingginya berat 100 butir gabah ini yaitu masing-masing sebesar 14.76% dan 2.318 g dibanding IR 32 yaitu sebesar 34.25 dan 1.827 g. Atomita II mampu menghasilkan 41.432 g/pot dan IR 32 sebesar 35.769 g/pot gabah kering dengan kadar air 14%. Kandu- ngan K, Na, C1 dan Mg dalam jaringan tanaman dan gabah antara Atomita II dan IR 32 tidak banyak berbeda. Dengan demikian maka Atomita II merupakan alternatif pertama untuk diusahakan pada lingkungan dengan pengaruh salinitas kemudian baru IR 32.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcRiceid
dc.subject.ddcSalinityid
dc.titlePengaruh salinitas terhadap pertumbuhan dan produksi padi varietas atomita II dan IR 32id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordGrowthid
dc.subject.keywordProduction;id


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record