Show simple item record

dc.contributor.advisorHidayati, Rini
dc.contributor.advisorDasanto, Bambang Dwi
dc.contributor.authorNisa, Firdatun
dc.date.accessioned2023-10-16T06:00:24Z
dc.date.available2023-10-16T06:00:24Z
dc.date.issued2023-10
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/126485
dc.description.abstractPeningkatan frekuensi kejadian iklim ekstrem menunjukkan terjadinya perubahan iklim, yang akan berdampak terhadap produktivitas pertanian padi dan secara tidak langsung memengaruhi kerentanan penghidupan petani padi. Kajian dalam kasus tersebut telah dilakukan berbagai instansi namun tidak dieksplorasi hingga tingkat lokal sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kejadian iklim ekstrem yang berdampak terhadap produktivitas padi dan tingkat kerentanan penghidupan petani lokal padi di Desa Pengkol dan Desa Latak. Penilaian kerentanan dianalisis menggunakan metode Livelihood Vulnerability Index (LVI) dan alternatif penilaian sebagai pembanding, LVI dilakukan dengan metode kerentanan IPCC (LVI-IPCC). Penilaian dengan LVI menggunakan pembobotan dengan metode rata-rata aritmatika sedangkan LVI-IPCC menggunakan pembobotan rata-rata aritmatika dan dengan metode principal component analysis (PCA). Pembobotan PCA yang dianggap lebih merepresentasikan peran setiap indikator. Hasil penelitian menunjukkan telah terjadi kenaikan frekuensi kejadian iklim ekstrem dan penurunan produktivitas padi pada Tahun 2006-2020. Hal ini berdampak terhadap kerentanan dan hasil perhitungan kerentanan penghidupan petani padi dari LVI Desa Pengkol (0,337) lebih tinggi dari Desa Latak (0,313) yang menggambarkan Desa Pengkol lebih rentan dari Desa Latak. Nilai kerentanan dengan metode LVI-IPCC Desa Latak yaitu -0,103 dan -0,087 lebih tinggi dari Desa Pengkol yaitu -0,137 dan -0,119 dengan pembobotan (Rata rata aritmatika dan PCA) maka penghidupan petani padi Desa Latak lebih rentan dari Desa Pengkol. Semua hasil LVI maupun LVI-IPCC kedua desa tergolong dalam indeks rentan. Perbedaan dari kedua pembobotan terletak pada indikator yang harus diberi perhatian dan penanganan utama.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleKerentanan Penghidupan Petani Padi Terhadap Kejadian Iklim Ekstrem (Studi kasus: Desa Pengkol dan Desa Latak, Kabupaten Grobogan)id
dc.title.alternativeVulnerability of Rice Farmers' Livelihoods to Extreme Climate Events (Case Study: Pengkol Village and Latak Village, Grobogan District)id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordIklim ekstremid
dc.subject.keywordLivelihood Vulnerability Index (LVI)id
dc.subject.keywordLVI-IPCCid
dc.subject.keywordPembobotan Rata-rata Aritmatikaid
dc.subject.keywordPrincipal Component Analysis (PCA)id


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record