| dc.description.abstract | Penelitian ini dilaksanakan untuk menguji potensi aspirin dalam mengatasi
cekaman panas berdasarkan kualitas telur dan total protein puyuh. Asprin adalah
jenis obat antipiretik yang bisa menghambat prostaglandin. Penelitian ini
menggunakan 32 ekor puyuh, terdiri dari 16 ekor untuk perlakuan yang diberi
cekaman panas 3 ºC selama 24 jam dan 16 ekor diberi perlakuan cekaman panas 35
ºC selama 8 jam setiap hari dalam waktu 2 minggu. Percobaan dibagi menjadi 4
kelompok, kelompok A (aspirin 0 mg/kgBB), kelompok B (aspirin 2.5 mg/kgBB),
kelompok C (aspirin 5 mg/kgBB), dan kelompok D (aspirin 7.5 mg/kgBB).
Pemberian aspirin dilakukan setiap pagi hari dan pengambilan sampel telur
dilakukan setiap hari sejak awal penelitian dilaksanakan serta pengambilan sampel
darah dilakukan pada minggu kedua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspirin
tidak dapat memulihkan kualitas telur puyuh dan total protein pada 24 jam cekaman
panas. Akan tetapi, puyuh yang diberikan cekaman panas selama 8 jam dapat
mengatasi cekaman panas dengan meningkatkan nilai kualitas telur dan
mengembalikan nilai total protein ke keadaan normal pada dosis 7.5 mg/kgBB. | id |