Show simple item record

dc.contributor.advisorSoejono, Irlan
dc.contributor.advisorSaragih, Bungaran
dc.contributor.advisorGonarssyah, Isang
dc.contributor.authorNoersai, Nursyam
dc.date.accessioned2023-10-13T00:29:57Z
dc.date.available2023-10-13T00:29:57Z
dc.date.issued1985
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/126389
dc.description.abstractTujuan utama penelitian ini ialah untuk mengetahui: (1) pola tanam yang ada di daerah penelitian sesuai dengan kelompok usia tanam jeruk; (2) pola tanam usahatani jeruk yang menghasilkan pendapatan maksimum dan (3) kendala dalam meningkatkan pendapatan usahatani jeruk. Pola tanam jeruk yang diusahakan petani contoh pada umumnya dilakukan secara monokultur dan kombinasi tanaman jeruk dengan jenis tanaman lainnya seperti, bibit jeruk, kacang panjang, kacang tanah, kacang hijau, jagung dan mentimun. Hasil perencanaan menunjukkan bahwa pola tanam jeruk yang paling menguntungkan untuk tanaman muda usia 0 sampai 3 tahun adalah jeruk - padi - kacang tanah; tanaman produktif usia antara 3 sampai 8 tahun adalah jeruk - kacang tanah kacang hijau; dan tanaman dewasa usia lebih dari 8 tahun adalah jeruk monokultur. Pola tanam optimal ini dapat meningkatkan pendapatan usahatani jeruk antara 34 persen, 33 persen dan 27 persen dari pendapatan rata-rata sebelum perencanaan pada setiap kelompok usia tanam jeruk. Kenaikan pendapatan ini disebabkan oleh penyempurnaan kombinasi cabang usahatani perbaikan alokasi dan sumberdaya, yang dapat meningkatkan produksi dan menghemat biaya usahatani jeruk. Yang menjadi kendala dalam peningkatan pendapatan usahatani jeruk adalah lahan dan tenaga kerja pria atau wanita pada bulan-bulan tertentu. Dari hasil pengamatan di lapangan diketahui bahwa petani lebih senang menanam jeruk pada lahan subur di sepanjang pinggiran sungai. Lahan ini berasal dari keluarga yang pemilikannya turun-temurun. tanah Sedang penggunaan tenaga kerja keluarga dipengaruhi oleh macam-macam kegiatan di dalam dan di luar usahatani jeruk. Terdapat kecenderungan petani untuk lebih memanfaatkan tenaga kerjanya (terutama tenaga pria) di luar usahatani jeruk, selama tanaman jeruk belum menghasilkan. Hal ini dilakukan terutama untuk mempertahankan kehidupan keluarganya. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcFruitsid
dc.subject.ddcOrangesid
dc.titlePola usaha pertamanan jeruk: studi kasus di dua desa di Kabupaten Kampar Dati II Riauid
dc.typeThesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record