| dc.description.abstract | Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Penstrep PGF 24 Pengobatan dengan menjadi berahi sebanyak 14 ekor (93.33%) dan bunting delapan ekor (53.33%). Pengobatan dengan PGF menjadi berahi 13 ekor (86.67%) dan bunting dua ekor (13.22%). Uji statistik menunjukkan bahwa pengaruh pengobatan sampai terjadi berahi oleh PGF2+ antibiotik dan PGF2 saja pada taraf nyata lima persen tidak berbeda nyata, sedangkan sampai terjadi kebuntingan berbeda nyata.
Identifikasi kuman-kuman dari uterus sapi Brahman yang kawin berulang diperoleh kelompok isolat Gram positif yaitu :
Gram positif 37 isolat yaitu : Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Staphylococcus pyogenes, Bacillus sp., Streptococcus faecalis dan Streptococcus agalactiae. Gram negatif 32 isolat yaitu : Escherichia coli, Alkaligenes faecalis, Neisseria mucosa, Actinobacillus lignierrisii, Pseudomonas aerugenosa dan Gemella sp.
Uji kepekaan isolat secara in vitro menunjukkan bahwa rata-rata semua isolat peka terhadap antibiotik yang digunakan.
Persentase kepekaan pada masing-masing antibiotik ada- Ampicillin (91.6%), Oxytetracyclin (91.6%), Kanamycin (83.3%), Penicillin (75.0%), Cloramphenicol (66.7%),
Streptomycin (66.7%).
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hasil pengobatan Penstrep + PGF, 24 lebih baik daripada hanya dengan PGF untuk sapi Brahman kawin ulang. ... | id |