Show simple item record

dc.contributor.advisorSundawati, Leti
dc.contributor.advisorKuncahyo, Budi
dc.contributor.authorMohta, Gandhiko
dc.date.accessioned2023-10-08T23:29:35Z
dc.date.available2023-10-08T23:29:35Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/126076
dc.description.abstractPemanfaatan sumber daya hutan yang berkelanjutan dapat membantu mengurangi kemiskinan di negara berkembang, termasuk Indonesia, terutama melalui kelompok masyarakat pedesaan seperti kelompok tani hutan (KTH). Namun, kemampuan KTH dalam mengelola sumber daya hutan masih rendah, yang berdampak pada penurunan kinerja mereka, seperti yang terlihat pada KTH di Kabupaten Kampar. Berbeda dengan penelitian sebelumnya, penelitian ini berfokus pada pengembangan KTH berdasarkan aspek kelola kelembagaan, kelola kawasan, dan kelola usaha. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kinerja KTH dalam mencapi kesejahteraan dan membangun model pengembangan KTH. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Kampar dengan melibatkan 193 responden menggunakan metode sensus. Analisis data menggunakan teknik Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek kelola usaha memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kesejahteraan KTH di Kabupaten Kampar, diikuti oleh aspek kelola kelembagaan dan aspek kelola kawasan. Model pengembangan KTH melibatkan peningkatan indikator kunci dalam setiap aspek, seperti keterlibatan KTH dalam program-program pemerintah/non-pemerintah/organisasi lain, pemanfaatan wilayah kelola kelompok secara tepat, dan penambahan modal usaha, sebagai langkah kunci untuk mencapai pengelolaan yang produktif, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan.id
dc.description.abstractSustainable forest resource utilization can alleviate poverty in developing countries, including Indonesia, mainly by rural community groups like forest farmer groups (KTH). However, the capacity of KTH to manage forest resources is still low, leading to a decline in their well-being, exemplified in KTH in Kampar Regency. Unlike previous studies, this research focuses on developing KTH based on institutional, area management, and business aspects. The objective of the study is to analyze the factors influencing KTH’s well-being and build a development model for KTH. The research was conducted in Kampar Regency with 193 respondents using a census method. Data analysis used the Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) technique. The study’s findings reveal that business management significantly influences KTH’s well-being in Kampar Regency, followed by institutional and area management aspects. The development model for KTH involves enhancing key indicators in each aspect, such as KTH’s involvement in government/non-government organizations/other institution programs, appropriate area utilization, and increased business capital, as key steps to achieve a productive, self-reliant, prosperous, and sustainable management.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleModel Pengembangan Kelompok Tani Hutan untuk Kinerja Berkelanjutan di Kabupaten Kamparid
dc.title.alternativeForest Farmer Group Development Model for Sustainable Well-Being in Kampar Regencyid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordAreaid
dc.subject.keywordBusiness developmentid
dc.subject.keywordForest farmer groupid
dc.subject.keywordInstitutionalid
dc.subject.keywordPoverty alleviationid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record