Show simple item record

dc.contributor.advisorSosromarsono, Soemartono
dc.contributor.advisorPartoatmodjo, Sadji
dc.contributor.advisorRauf, Aunu
dc.contributor.authorLanya, Harsono
dc.date.accessioned2023-10-07T06:00:28Z
dc.date.available2023-10-07T06:00:28Z
dc.date.issued1988
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/126043
dc.description.abstractSejak menyerang tahun tanaman 1979 kedelai Bemisia tabaci di berbagai dilaporkan daerah di Indonesia. Perkembangan hama tersebut dan penyakit virus yang ditularkannya dari tahun ke tahun cenderung semakin meningkat serangannya. baik daerah penyebaran maupun luas Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh tanam, varietas, pemupukan, terhadap pertumbuhan dan populasi jarak tanam serangga B. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat waktu kedelai tabaci. sebagai masukan dalam usaha-usaha pengendaliannya. Perlakuan dalam penelitian ini terdiri dari faktor masing-masing dua taraf, tanggal 7 Juni dan 14 Juli 1986, yaitu (1) waktu. (2) varietas empat tanam Kerinci dan Lokon, (3) pemupukan dengan 46 kg N, 45 kg P2 O, dan 60 kg K2 0, dan tidak dipupuk, dan (4) jarak tanam 25.0 cm x 25.0 cm dan 12.5 cm x 50.0 cm. Waktu tanam sebagai petak utama dan kombinasi faktor-faktor lainnya. sebagai anak patak. Percobaan faktorial ini menggunakan rancangan petak terbagi dalam tiga ulangan. Parameter yang diamati adalah (1) total populasi yang diperoleh dengan menghitung populasi imago, dan populasi gabungan dari telur, nimfa dan puparium. dan (2) hasil panen bobot biji kedelai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu tanam sangat berpengaruh terhadap perbedaan kepadatan populasi telur, nimfa dan puparium, populasi imago, maupun total 45 populasi. Perbedaan tersebut tampak nyata pada umur hari setelah tanam sampai dengan tanaman berumur tua. Kepadatan populasi B. tabaci pada per tanaman pertama yang dengan ditanam 7 Juni 1986 lebih tinggi dibanding kepadatan populasi pada pertanaman kedua yang ditanam 14 Juli 1986. Puncak populasi telur, nimfa dan puparium hari pada pertanaman pertama terjadi ketika berumur 45 setelah tanam dengan kepadatan yang sangat tinggi yaitu 1137.12 individu per tanaman, sedang pada pertanaman kedua, puncak populasi terjadi ketika tanaman berumur 30 hari setelah tanam dengan kepadatan yang jauh lebih per rendah yaitu 153.14 individu tanaman. Puncak ketika populasi imago pada pertanaman pertama terjadi. kepadatan 60 hari setelah tanam dengan rata-rata 75.79 akor sedang pada pertanaman kedua ketika berumur 14.63 30 hari setelah tanam dengan kepadatan rata-rata. ekor. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcAleyrodidaeid
dc.subject.ddcBemisia tabaciid
dc.titlePengaruh waktu tanam, varietas, pemupukan, dan jarak tanam kedelai terhadap pertumbuhan populasi Bemisia tabaci gennadius (Homoptera : Aleyrodidae)id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordSoybeans;id


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record