| dc.description.abstract | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari
intensitas penyakit hawar daun dan busuk umbi di beberapa
daerah pertanaman talaa di Irian Jaya, identifikasi spesies
Phytophthora dan Pythium, dan uji patogenisitasnya
pada talas. Dalam penelitian ini juga dipelajari kemungkinan
penyakit hawar daun dan busuk umbi dengan pemaduan
cara pengolahan tanah dan jarak tanam, dan kemungkinan
pengendalian kimiawi dengan fungiaida Metalaxyl (Ridomil
35 SD).
Phytophthora colocasiae dapat menyebabkan gejala hawar
daun, busuk pada bunga, tangkai daun, pangkal batang,
dan umbi. Gejala hawar daun dan busuk umbi tidak selalu
terdapat pada tanaman yang sama. Intensitas penyakit hawar
daun memperlihatkan hubungan linear dengan komponen
hasil. Peningkatan intensitas penyakit akan diikuti menurunnya
bobot umbi per tanaman, tanpa mempengaruhi ukuran
umbi dan jumlah anakan.
Hanya aatu apeaies Phytophthora dan satu spesies
Pythium yang menyerang tanaman talas di Biak, yaitu masing-
maaing Phytophthora colocasiae Rae. dan Pythium
splendens Braun. Kedua patogen tersebut dapat menyebabkan
gejala hawar daun, busuk umbi, dan kerusakan pada
aistim perakaran. Patogeniaitas Phytophthora colocasiae
lebih besar pada keadaan kandungan air tanah tergenang.
Pemaduan cara pengolahan tanah dan jarak tanam tidak
berpengaruh terhadap fluktuasi intensitas penyakit dan hasil
tanaman. Tetapi pemberian fungisida Metalaxyl sangat
efektif terhadap penyakit hawar daun. Efikasinya terlihat
sejak dosis 25 ppm pada kedua cara aplikasi, dan semakin
meningkat dengan meningkatnya dosis. Aplikasi fungisida
dengan csra penyemprotan tampak lebih baik, tetapi efikasinya
lebih rendah bila dibandingkan dengan cara pencelupan. | id |