| dc.contributor.advisor | Impron | |
| dc.contributor.advisor | Sugiarto, Yon | |
| dc.contributor.author | Annas, Iswatun | |
| dc.date.accessioned | 2023-10-04T23:35:18Z | |
| dc.date.available | 2023-10-04T23:35:18Z | |
| dc.date.issued | 2023 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/125854 | |
| dc.description.abstract | Kondisi cuaca dan iklim serta teknik budidaya merupakan faktor yang memengaruhi produktivitas tanaman bawang merah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh jarak tanam dengan sistem tegel (TG) dan jajar legowo (JL) terhadap produktivitas bawang merah, menentukan jarak tanam optimal dengan menggunakan model simulasi, dan mengetahui teknik budidaya bawang merah berkaitan dengan karakteristik agrometeorologi di Kabupaten Grobogan. Penelitian lapang dilaksanakan di Desa Simo, Kabupaten Grobogan. Penelitian menggunakan perlakuan lima jarak tanam yaitu TG1 (14 cm x 14 cm), TG2 (16 cm x 16 cm), TG3 (18 cm x 18 cm), JL1 (16 cm x 14 cm), dan JL2 (16 cm x 18 cm), penyusunan model simulasi menggunakan masukan data cuaca dan tanaman hasil pengamatan lapang, serta menggunakan wawancara dan kuesioner untuk mengetahui teknik budidaya petani bawang merah di Kabupaten Grobogan. Hasil kajian menunjukkan perlakuan TG2 menjadi jarak tanam paling optimal dibandingkan jarak tanam lainnya ditinjau dari produktivitas, efisiensi penggunaan radiasi matahari (RUE), serta risiko serangan penyakit tanaman. Model simulasi dapat menggambarkan fase perkembangan, hari panen, indeks luas daun, dan produktivitas dengan akurasi mencapai 97,94%. Petani di Grobogan telah mengembangkan beberapa teknik budidaya dan kearifan lokal dalam merespons kondisi cuaca untuk meningkatan produktivitas bawang merah di musim hujan maupun musim kemarau. | id |
| dc.description.abstract | Weather and climate conditions, as well as cultivation techniques, influence the productivity of shallot plants. This research aims to determine the effect of planting distance under tegel (TG) and jajar legowo (JL) systems on shallot productivity, to determine optimal planting distance using a simulation model, and to determine shallot cultivation techniques related to agrometeorological characteristics in the Grobogan Regency. Field research was carried out in Simo Village, Grobogan Regency. The research used five plant spacing treatments, namely TG1 (14 cm x 14 cm), TG2 (16 cm x 16 cm), TG3 (18 cm x 18 cm), JL1 (16 cm x 14 cm), and JL2 (16 cm x 18 cm), preparing a simulation model using input of weather data and plants from field observations, as well as using interviews and questionnaires to determine the cultivation techniques of shallot farmers in the Grobogan Regency. The study results show that TG2 treatment is the most optimal planting distance compared to other planting distances in terms of productivity, radiation use efficiency (RUE), and the risk of plant disease infestation. The simulation model can describe development phases, harvest days, leaf area index, and productivity with an accuracy of 97.94%. Farmers in Grobogan have developed several cultivation techniques and local wisdom in responding to weather conditions to increase shallot productivity in the rainy and dry seasons. | id |
| dc.language.iso | id | id |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Kajian Agrometeorologi Tanaman Bawang Merah di Kabupaten Grobogan pada Berbagai Perlakuan Jarak Tanam | id |
| dc.type | Undergraduate Thesis | id |
| dc.subject.keyword | cultivation techniques | id |
| dc.subject.keyword | growth | id |
| dc.subject.keyword | plant simulation models | id |
| dc.subject.keyword | plant spacing | id |
| dc.subject.keyword | shallot plants | id |