Show simple item record

dc.contributor.advisorBoer, Rizaldi
dc.contributor.advisorHeryansyah, Arien
dc.contributor.authorGunawan, Dendy
dc.date.accessioned2023-09-27T02:21:33Z
dc.date.available2023-09-27T02:21:33Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/125574
dc.description.abstractIndonesia berpotensi menjadi produsen kopi dan kakao terbesar di dunia. Kabupaten Tana Toraja merupakan salah satu pusat produksi kopi dan kakao yang berada di wilayah bagian timur Indonesia. Produksi kopi dan kakao di kabupaten ini mengalami peningkatan, namun demikian keragamannya antar tahun cukup tinggi. Diperkirakan kecenderungan perubahan produksi ini dipengaruhi oleh adanya perubahan teknologi dan perkembangan luas tanam serta kondisi iklim antar tahun. Kondisi yang diperkirakan berpengaruh besar terhadap produksi di kabupaten ini ialah tingkat cekaman air dan suhu. Penelitian ini bertujuan menyusun model yang dapat digunakan untuk menduga besar pengaruh cekaman air dan suhu terhadap keragaman produksi kopi dan kakao di Tana Toraja. Pengaruh perubahan luas tanam terhadap peningkatan produksi dihilangkan dengan mengonversi data produksi menjadi data produktivitas, sedangkan pengaruh teknologi dihilangkan dengan menggunakan tiga pendekatan yaitu first difference, moving average, dan polynomial, yang sering disebut sebagai detrending analysis. Pengaruh cekaman air dan suhu terhadap produktivitas tanaman dimodelkan dengan menggunakan metode analisis regresi berganda. Tingkat cekaman air tanah dihitung dengan model neraca air pada zona perakaran kopi dan kakao. Hasil analisis menunjukkan bahwa keragaman produkvitas kopi dan kakao berhubungan nyata dengan kondisi cekaman air tanah dan suhu. Tingkat keeratan hubungan antara keragaman produktivitas tanaman dengan kondisi iklim dipengaruhi oleh metode yang digunakan dalam menghilangkan pengaruh teknologi. Secara umum, metode polynomial memberikan hasil yang lebih baik dibanding dua metode lainnya (first difference dan moving average). Hal ini ditunjukkan oleh lebih tingginya koefisien determinasi persamaan regresi pendugaan produktivitas tanaman dari kondisi cekaman air dan suhu. Dengan metode polynomial nilai rataan koefisien determinasi (R2) mencapai 50%. Selain itu ditemukan bahwa keragaman suhu memberikan kontribusi yang lebih besar dibanding kondisi cekaman air (water stress period, dan storage) dalam menjelaskan keragaman produktivitas kopi dan kakao.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcGeophysics and Meteorologyid
dc.titleAnalisis Pengaruh Cekaman Air dan Suhu terhadap Produktivitas Kopi dan Kakaoid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordcoffeeid
dc.subject.keywordcacaoid
dc.subject.keywordwater stressid
dc.subject.keywordtemperatureid
dc.subject.keyworddetrending analysisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record