Show simple item record

dc.contributor.advisorSinaga, Bonar M
dc.contributor.advisorSaragih, Bungaran
dc.contributor.advisorPasandaran, Effendi
dc.contributor.authorBinari
dc.date.accessioned2023-09-26T02:11:16Z
dc.date.available2023-09-26T02:11:16Z
dc.date.issued1993
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/125460
dc.description.abstractSalah satu tantangan yang sangat menonjol dihadapi Incwnesia pada awal Pelita I (1969-1974) adalah kekurangan pa an. Beras yang merupakan makanan pokok penduduk, produksinya sa at rendah sehingga negara harus mengimpor dalam jumlah yang am B besar, oleh karena itu sektor pertanian mendapat perhatian khusus dalam pembangunan ekonomi. Laporan Bank Dunia tahun 1990 yang lalu menyatakan Indonesia sebagai contoh/kasus negara yang dianggap sangat berhasil dalam mengurangi kemiskinan, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Dalam periode 11 tahun ( 1976-1987), jumlah penduduk yang pendapatannya di bawah garis kemiskinan ditaksir telah turun dari 40,1 persen atau 54,2 juta orang menjadi 17,4 persen atau 30 juta orang (BPS, 1991). ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcFinanceid
dc.subject.ddcSavingid
dc.titleAnalisis perilaku meminjam dan menabung rumah tangga pedesaan kasus tiga desa di Kabupaten Sumedang, Jawa Baratid
dc.typeThesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record