Show simple item record

dc.contributor.advisorWiroatmodjo, Joedojono
dc.contributor.advisorSopandie, Didy
dc.contributor.advisorTjitrosemito, Soekisman
dc.contributor.authorJunaedy, Akhmad
dc.date.accessioned2023-09-21T04:15:14Z
dc.date.available2023-09-21T04:15:14Z
dc.date.issued1993
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/125189
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari kompetisi antara teki dengan kacang tanah pada beberapa tingkat salinitas, sehingga diperoleh gambaran tentang tumbuhan yang lebih kompetitif yang selanjutnya dapat dijadikan landasan saran pengelolaan teki pada pertanaman kacang tanah pada berbagai tingkat salinitas. Hipotesis yang diajukan adalah bahwa variasi populasi dari teki dan kacang tanah akan menghasilkan suatu dinamika yang diakibatkan oleh kompetisi antara keduanya, dan bahwa salinitas akan mempengaruhi hubungan kompetitif antara teki dan kacang tanah. Penelitian dilaksanakan di Biotrop, Tajur, Bogor, dari bulan Juni sampai dengan bulan Oktober 1991. Rancangan lapangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari ctua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah kerapatan populasi teki dan kacang tanah yang ditanam dalam 11 variasi berdasarkan Metode De Wit. Faktor kedua adalah salinitas yang terdiri dari tiga tingkat salinitas, yakni O mM, 25 mM, dan 50 mM. Analisis statistik terhadap data pertumbuhan dan produksi masingmasing tanaman yang di tanam secara monokul tur dilakukan sampai uji Beda Nyata Jujur. Dinamika kompetisi dipelajari berdasarkan Metode De Wit, dengan melihat Total Hasil Relatif dan Koefisien Pendesakan. Selain itu juga dilihat nisbah masukan/keluaran kacang tanah/teki. Kompetisi intraspesifik terlihat jelas pada teki, namun plastisitas dari gulma ini merupakan faktor yang juga menentukan. Beberapa komponen hasil kacang tanah dalam monokultur memberikan tanggap yang bervariasi terhadap kerapatan populasi, sementara tanggap tanaman ini terhadap cekaman salinitas adalah penurunan hasil secara konsisten sejalan dengan peningkatan kadar salinitas. Teki terli hat lebih tahan terhadap cekaman salinitas dibandingkan dengan kacang tanah. Pada kompetisi interspesifik, secara umum kacang tanah terlihat lebih kompetitif dibandingkan dengan teki. Perubahan proporsi pada nisbah keluaran jika pembandingan dilakukan antara jumlah biji kacang tanah dengan jumlah ruas umbi teki mengindikasikan bahwa teki akan jauh lebih kompetitif dibandingkan dengan kacang tanah. Cekaman salinitas membuat kompetisi intraspesifik dan interspesifik menjadi lebih kompleks. Berkenaan dengan ini, pilihan yang terbaik untuk keperluan budidaya kacang tanah di lahan salin adalah dengan meminimalkan kompetisi yang terjadi dan mengupayakan pengelolaan lahan untuk mendapatkan pertumbuhan yang terbaik bagi tanaman.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcField cropsid
dc.subject.ddcArachis hypogaeaid
dc.subject.ddcWeedsid
dc.titleStudi dinamika kompetisi antara teki (cyperus rotundus L.) dengan kacang tanah (arachis hypogaea L.) pada beberapa tingkat salinitasid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordCyperus rotundusid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record