| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kompetisi
antara teki dengan kacang tanah pada beberapa tingkat salinitas,
sehingga diperoleh gambaran tentang tumbuhan yang
lebih kompetitif yang selanjutnya dapat dijadikan landasan
saran pengelolaan teki pada pertanaman kacang tanah pada
berbagai tingkat salinitas.
Hipotesis yang diajukan adalah bahwa variasi populasi
dari teki dan kacang tanah akan menghasilkan suatu dinamika
yang diakibatkan oleh kompetisi antara keduanya, dan
bahwa salinitas akan mempengaruhi hubungan kompetitif antara
teki dan kacang tanah.
Penelitian dilaksanakan di Biotrop, Tajur, Bogor, dari
bulan Juni sampai dengan bulan Oktober 1991. Rancangan
lapangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap yang
terdiri dari ctua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama
adalah kerapatan populasi teki dan kacang tanah yang
ditanam dalam 11 variasi berdasarkan Metode De Wit.
Faktor kedua adalah salinitas yang terdiri dari tiga tingkat
salinitas, yakni O mM, 25 mM, dan 50 mM. Analisis
statistik terhadap data pertumbuhan dan produksi masingmasing
tanaman yang di tanam secara monokul tur dilakukan
sampai uji Beda Nyata Jujur. Dinamika kompetisi dipelajari
berdasarkan Metode De Wit, dengan melihat Total Hasil
Relatif dan Koefisien Pendesakan. Selain itu juga dilihat
nisbah masukan/keluaran kacang tanah/teki.
Kompetisi intraspesifik terlihat jelas pada teki, namun
plastisitas dari gulma ini merupakan faktor yang juga
menentukan. Beberapa komponen hasil kacang tanah dalam
monokultur memberikan tanggap yang bervariasi terhadap kerapatan
populasi, sementara tanggap tanaman ini terhadap
cekaman salinitas adalah penurunan hasil secara konsisten
sejalan dengan peningkatan kadar salinitas. Teki terli hat
lebih tahan terhadap cekaman salinitas dibandingkan dengan
kacang tanah. Pada kompetisi interspesifik, secara umum
kacang tanah terlihat lebih kompetitif dibandingkan dengan
teki. Perubahan proporsi pada nisbah keluaran jika pembandingan
dilakukan antara jumlah biji kacang tanah dengan
jumlah ruas umbi teki mengindikasikan bahwa teki akan jauh
lebih kompetitif dibandingkan dengan kacang tanah.
Cekaman salinitas membuat kompetisi intraspesifik dan
interspesifik menjadi lebih kompleks. Berkenaan dengan
ini, pilihan yang terbaik untuk keperluan budidaya kacang
tanah di lahan salin adalah dengan meminimalkan kompetisi
yang terjadi dan mengupayakan pengelolaan lahan untuk mendapatkan
pertumbuhan yang terbaik bagi tanaman. | id |