Show simple item record

dc.contributor.advisorWiradisastra, Uup Sjafei
dc.contributor.advisorSudarsono
dc.contributor.advisorYahya, Sudirman
dc.contributor.authorKarim, Abubakar
dc.date.accessioned2023-09-21T02:00:03Z
dc.date.available2023-09-21T02:00:03Z
dc.date.issued1993
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/125166
dc.description.abstractKendala yang dihadapi Indonesia di pasaran Internasional adalah harnpir 76 % dari keseluruhan perdagangan kopi rnerupakan jenis arabika, sedangkan Indonesia hanya rnerniliki 7 % kopi arabika dari keseluruhan produksi kopinya. Oleh karenanya pengernbangan perkopian Indonesia diarahkan ke peningkatan produksi dan rnutu kopi arabika rnelalui perluasan kopi arabika pada lahan-lahan yang sesuai dan konversi kopi robusta ke arabika pada lahan-lahan yang rnernenuhi persyaratan. Sejalan dengan usaha tersebut diperlukan adanya kriteria kesesuaian lahan yang cocok untuk kopi arab-fka. Kenyataanya hingga dikernbangkan hanya sekarang kriteria kesesuaian berdasarkan potensi lahan, yang rnengacu pada produksi hanya berupa dugaan. Penelitian ini bertujuan untuk rnengevaluasi kriteria berbagai sistern klasifikasi kesesuaian lahan kopi arabika, sehingga dapat dirnodifikasi kriteria lahan yang rnenentukan kelas kesesuaian lahan yang sejalan dengan produksinya. Untuk rnencapai tujuan tersebut telah dicoba rnengevaluasi lahan kebun kopi rakyat dan Dernplot Balai Penelitian Kopi Gayo di Kabupaten Aceh Tengah. Data sifat tanah dan produksi diarnbil dari satuan lahan pengamatan yang dibentuk dari keseragarnan jenis tanah, ketinggian ternpat diatas perrnrnukaan laut, dan lereng. Sedangkan data iklirn yang rnerupakan data sekunder diarnbil dari data yang tersedia pada Stasiun terdekat dengan lokasi penelitian. Evaluasi lahan dilaksanakan dengan menggunakan metode faktor pembatas, yai tu sistem I (PJJ, 1990), sistem I I (CSR/FAO Staf, 1983), sistem III (Sys, 1985), dan metode parametrik, yaitu sistem IV (Darmawijaya, 1975), dan sistem V (Sys, 1985). Hasil klasifikasi kesesuaian lahan dengan metode I sampai V sebenarnya kurang sejalan dengan produksi kopi arabika. Klasifikasi kesesuaian lahan dengan memakai sistem I sampai III nampaknya memberikan harapan yang lebih baik dibandingkan kedua sistem lainnya untuk digunakan, bahkan sistem V tidak cocok samasekali. Kelas kesesuaian lahan yang terbentuk tidak menggambarkan potensi yang dihasilkan. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcField cropsid
dc.subject.ddcCoffee robustaid
dc.titleEvaluasi kriteria kesesuaian lahan tanaman kopi arabika di Aceh Tengahid
dc.typeThesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record